Breaking News:

Ingat Mantan Kapolri Idham Azis? Usai Pensiun Kini Dikabarkan Akan Masuk Kabinet Jokowi

Masih ingat Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis? Setelah pensiun kini dikabarkan akan masuk kabinet Jokowi menggantikan Moeldoko,

Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Jenderal (Purn) Idham Azis kala menjabat Kapolri 

Berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, Jenderal yang satu ini juga kerap menempati posisi strategis.

Sebelum menjadi Kabareskrim Polri, pernah menjadi Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri.

Setelah itu, ia pun sempat duduk menjadi Kapolda Sulawesi Tengah hingga Kapolda Metro Jaya

Berikut riwayat pendidikan Idham Azis

Pendidikan Umum

  1. SD (1976)
  2. SMP (1979)
  3. SMA (1982)
  4. S2 KIK IV (2001)

Pendidikan Polri

  1. AKABRI A (1988)
  2. PTIK (1995)
  3. SESPIM (2002)
  4. SESPIMTI (2011)

Pendidikan Kejuruan

  1. PA SERSE (1990)
  2. PA LINGKUNGAN HIDUP (1995)
  3. ASSESSMENT RESKRIM (2011)

Tanda Pangkat

  1. Letnan Dua (26–07–1988)
  2. Letnan Satu (01–10–1991)
  3. Kapten (01–10–1995)
  4. Mayor (01–10–1999)
  5. Ajun Komisaris Besar Polisi (01–07–2003)
  6. Komisaris Besar Polisi (23–11–2005)
  7. Brigadir Jenderal Polisi (18–04–2013)
  8. Inspektur Jenderal Polisi (14–10–2016)
  9. Komisaris Jenderal Polisi (28–01–2019)
  10. Jenderal Polisi (01–11–2019)

Riwayat jabatan

  1. 02–12–1988: Pamapta Kepolisian Resor Bandung
  2. 15–01–1989: Kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung
  3. 28–04–1991: Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Resor Bandung
  4. 05–04–1993: Kepala Kepolisian Majalaya Resor Bandung Kepolisian Wilayah Priangan
  5. 01–07–1999: Kepala Unit VC Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  6. 27–08–2001: Wakil Kepala Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  7. 08–05–2002: Perwira Menengah Sekolah Staf & Kepemimpinan Dediklat Polri
  8. 14–12–2002: Kepala Satuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya
  9. 25–02–2003: Kepala Satuan III/UM Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  10. 10–09–2004: Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  11. 14–10–2004: Inspektur Bidang Operasi Inspektorat Wilayah Daerah Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  12. 03–06–2005: Kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus/Anti-Teror
  13. 17–01–2006: Kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri
  14. 09–06–2008: Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Badan Reserse Kriminal Polri
  15. 19–12–2008: Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  16. 17–10–2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  17. 29–09–2010: Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri
  18. 25–03–2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri
  19. 03–10–2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  20. 28–02–2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri
  21. 23–09–2016: Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri
  22. 20–07–2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
  23. 22–01–2019: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
  24. 01–11–2019: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Penghargaan Tanda Jasa

  1. Bintang Bhayangkara Pratama
  2. Bintang Bhayangkara Nararya (Ulangan)
  3. Bintang Bhayangkara Nararya
  4. SL. Kesetiaan XXIV
  5. SL. Kesetiaan XVI
  6. SL. Kesetiaan VIII
  7. SL. Jana Utama
  8. SL. Ksatria Bhayangkara
  9. SL. Karya Bhakti
  10. SL. Bhakti Pendidikan
  11. SL. Bhakti Nusa
  12. SL. Operasi Kepolisian
  13. SL. Dharma Nusa
  14. SL. Kebaktian Sosial
  15. SL. GOM VII

Politikus Partai Nasdem minta Moeldoko mundur

Sebelumnya, politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago meminta Moeldoko mundur dari jabatannya.

Irma mengatakan, Moeldoko sebaiknya mundur agar Presiden Joko Widodo tidak terseret-seret dalam kisruh Partai Demokrat.

"Betul (mengusulkan Moeldoko mundur). Memang kenapa? Karena saya tidak ingin presiden keseret-seret KLB. Kasihan presiden nanti kena fitnah lagi," kata Irma saat dihubungi, Jumat (12/3/2021).

Irma meyakini manuver Moeldoko dalam kisruh Partai Demokrat merupakan keinginan pribadi mantan panglima TNI tersebut.

Ia juga meyakini Jokowi tidak ikut campur soal keterlibatan Moeldoko serta tidak dapat mengintervensi polemik yang tengah terjadi di Partai Demokrat.

"Saya tahu betul Presiden tidak ada urusan soal ini, ini murni keinginan pribadi Moeldoko, presiden tidak boleh intervensi pada kedua belah pihak karena itu di luar kewenangan presiden. Biar institusi terkait yang menentukan," kata dia.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang tengah terjadi di Partai Demokrat.

Ia berharap, kisruh di tubuh Partai Demokrat dapat diselesaikan secara elegan dan tetap menjaga kehormatan partai.

"Kami berharap segala kemelut dan masalah yang menyertainya bisa segera diselesaikan dengan baik, elegan, dengan tetap menjaga kehormatan partai," ujar Paloh dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis Dikabarkan Akan Masuk Kabinet, Apa Posisi Diduduki?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved