Masih Ingat Hidetoshi Nakata? Pemain Bola Jepang Pernah Main di AS Roma, Kini Pengusaha Sake
Masih Ingat Hidetoshi Nakata? Pemain Jepang yang sukses berkarir di Eropa bersama Perugia, Parma, AS Roma hingga Bolton Wanderers, kini jadi pengusaha
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Dalam wawancara dengan Yahoo & Line Jepang, Hidetoshi Nakata mengatakan alasannya membuat website pribadi Nakata.net di usia 21 tahun.
Hidetoshi Nakata mengatakan website pribadi itu lahir karena kekhawatirannya berinteraksi dengan media seperti surat kabar dan televisi.
Saat itu, satu-satunya tempat bagi atlet, aktor hingga penyanyi untuk menyampaikan berita adalah melalui surat kabar, televisi dan majalah.
Nakata menyadari ada beberapa reporter yang ia sukai karena cara menulis artikelnya yang bagus.
Namun, Nakata merasa lebih sering mendapatkan apa yang ia ungkapkan berbeda dengan yang keluar di media.
Nakata mengaku tidak masalah dikritik, tapi ia tidak bisa menerima ketika ucapannya dipotong-potong kemudian menjadi informasi yang tidak ia inginkan.
"Kata-kata saya dipotong, diproses dan dibentuk menjadi sesuatu yang tidak pernah saya ucapkan dan tidak sesuai keinginan saya, saya tidak bisa menerima itu," kata Nakata.
Karena itu, Nakata menyampaikan sendiri pesan yang ingin ia sampai melalui nakata.net tanpa melalui pihak kedua atau ketiga ( media ).
" Itulah alasan saya memulai situs pribadi. Saya berpikir, saya harus menggunakan alat ini ( internet ) untuk mengirim langsung tanpa melalui media."
"Faktanya, sejak saya meluncurkan nakata.net, saya menulis dan menerbitkan naskah yang panjang hampir setiap hari," katanya.
Website Nakata.net pun mendapat banyak pembaca mulai dari 3 juta pageview hingga 25 juta pageview setiap hari.
"Itu cukup besar. Dengan membuat tempat untuk saya sendiri, saya berhenti berbicara dengan media yang ada."
"Saya pikir pembaca sering ingin mendengar lebih banyak suara langsung," katanya.
"Kalau ada banyak, ada sekitar 10.000 komentar setiap hari."
"Ada banyak kritik saat tim saya kalah dalam sebuah permainan."
"Ini seperti api sekarang. Tapi saya selalu membaca semua komentar."
"Saya mungkin telah menggunakan sebagian besar waktu non-latihan saya untuk membaca komentar."
"Membaca komentar kritik bisa membuat stres, tetapi itu adalah tugas manusia untuk menyampaikannya, dan itu telah membantu saya mengetahui bahwa ada berbagai cara berpikir dan perspektif."
"Anda menjadi terlatih secara mental."
"Itu sulit, tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai merasakan potensi besar untuk mengirimkan informasi secara langsung melalui Internet," katanya.
Setelah merasakan besarnya dampak internet melalui nakata.net, Hidetoshi Nakata kini mengembangkan ke TV dan mobile.
"Awalnya hanya berupa kalimat di website, tapi setelah itu, saya membuat program TV bernama "nakata.net TV".
Melalui Nakata.net TV, nakata mentransmisikan audio langsung dan mengambil gambar asli dengan "nakata.net mobile".
Ini mirip Youtube sekarang.
"Melalui berbagai pengalaman, saya merasa bahwa saya telah mempelajari apa itu nilai informasi, keuntungan menyampaikannya secara langsung, dan rasa takut."
"Internet itu terus saya digunakan untuk dunia bisnis sake, minuman tradisional jepang," katanya.
Menjaga identitas Jepang
Hidetoshi Nakata mengatakan memilih menjadi pebisnis Sake adalah untuk menjaga pentingnya identitas Jepang.
Pilihan itu ia ambil setelah melakukan perjalan ke seluruh wilayah di Jepang tahun 2009, setahun setelah memutuskan pensiun dari sepakbola.
Nakata pergi ke seluruh wilayah di Jepang dan belajar banyak hal.
Nakata juga tinggal dalam waktu cukup lama di sejumlah prefektur sehingga mendapatkan banyak hal baru yang selama ini tidak ia ketahui dan hal-hal menarik lainnya.
"Saya menghabiskan sekitar 7 tahun bepergian ke seluruh Jepang, tetapi sekarang saya telah bepergian selama lebih dari 10 tahun," katanya.
Satu di antara yang menarik dirinya adalah industri tradisional Jepang seperti petani, pabrik hingga pengrajin sake.
Nakata menemui mereka dan berbicara banyak hal dan kemudian menyukainya.
"Tidak butuh waktu lama sebelum saya jatuh cinta dengan sejarah dan cara hidupnya dan ingin menjadikannya pekerjaan saya berikutnya di sepakbola," katanya.
Namun, Nakata tidak menemukan banyak informasi terkait Sake di internet saat itu.
Industri tradisional sake sudah lama ada dan ada di kehidupan sehari-hari dengan konsep kuat dan dikenal.
Namun, produk itu tidak dikenal luas dan tidak terdistribusi ke daerah lain, karena tidak ada penyebaran informasi.
"Sekalipun kita membuat produk berkualitas tinggi, tapi kita tidak menyebarkan informasi, orang tidak akan tahu."
"Jika kita tidak tahu seberapa bagus produk itu dan di mana produk itu dijual, konsumen juga tidak akan bisa mendapatkannya," katanya.
Karena alasan itu lah Nakata kemudian memutuskan memilih bisnis sake ini dan memanfaatkan teknologi internet untuk mengembangkannya.
Nakata mengaku tidak membuat Sake sendiri tapi bekerja dengan sejumlah produsen.
"Saya tidak bisa membuat sake atau kerajinan tangan sendiri. Tetapi Anda dapat bekerja dengan produsen untuk memberikan informasi mentah dan hal-hal hebatnya kepada konsumen."
"Saya berpikir bahwa saya dapat memanfaatkan Internet sejak tahap awal dan mengetahui situs produsernya," katanya.
Berdasarkan postingan di instagram pribadinya Nakata kini juga ditunjuk sebagai duta perusahaan taksi online di Jepang, s.ride.
Hidetoshi Nakata ditunjuk sebagai duta besar untuk aplikasi taksi terbesar di Tokyo; S.RIDE. ( tribunbatam.id/son )
Berita tentang Liga Italia
Berita tentang Sepakbola
Berita tentang Bisnis
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hidetoshi-nakata-pemain-sepakbola-yang-kini-jadi-pengusaha-sake.jpg)