Breaking News:

KEPRI TERKINI

Ansar Ahmad Ajak Tiga Menteri Tinjau Landing Point Jembatan Batam Bintan, Ini Arahan Luhut

Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan segera menuntaskan tambahan studi ekonomi yang diminta Menko Marves Luhut terkait Jembatan Batam Bintan

tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama 3 Menteri saat meninjau landing point Jembatan Batam Bintan di Kabil, Batam, Kamis (18/3/2021) 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pihaknya akan segera menuntaskan tambahan studi ekonomi yang diminta Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Pasalnya, selain studi teknis yang sudah selesai, dampak kajian ekonomi dianggap penting untuk masa depan Jembatan Batam Bintan.

“Segera disiapkan,” kata Ansar spontan di landing point Jembatan Batam Bintan di Kabil, Batam, Kamis (18/3/2021).

Ansar menjawab spontan ketika Luhut melihat maket Jembatan Batam Bintan. Luhut meninjau landing point itu bersama Menko Polhukam, Mahfud MD dan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Seusai peninjauannya, Luhut meminta agar ada tambahan kajian dampak ekonomi pembangunan Jembatan Batam Bintan. Sehingga kehadiran Jembatan Batam Bintan ke depan, bisa berdampak ekonomis lebih besar.

"Pak Gubernur, dibuat nanti studi keekonomiannya. Bisa dihitung manfaat keekonomiannya," kata Luhut.

Baca juga: MENKO Luhut Beri PR Gubernur Kepri Soal Jembatan Batam-Bintan, Jangan Macam Barelang

Baca juga: RI-Singapura Bahas Jembatan Batam Bintan, Jurus Dongkrak Investasi

JEMBATAN - Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin melakukan pemancangan pertama Jembatan Batam Bintan di Punggur, Batam, Selasa (1/12/2020)
JEMBATAN - Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin melakukan pemancangan pertama Jembatan Batam Bintan di Punggur, Batam, Selasa (1/12/2020) (TRIBUNBATAM.ID/Roma Uly Sianturi)

Permintaan untuk dihitung dampak keekonomian dinilai penting, karena biaya pembangunan besar. Dimana, jembatan Barelang dibangun dengan dana yang cukup besar, namun dampak ekonominya dinilai belum maksimal.

Luhut mengakui, dalam laporan yang disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, jika Jembatan Batam Bintan dibangun, maka potensi kendaraan yang melintas, sekitar 7 ribu per hari.

Namun diminta agar ada studi. Studi yang dilakukan juga diminta dengan perhitungan yang matang.

"Sehingga pemanfaatan uang yang diinvestasikan tidak sia-sia. Kalau di sini seperti apa yang dilaporkan Pak Gubernur bisa 7000 mobil satu hari, saya kira bisalah. Tapi harus dari hasil studi. Jangan membuat studi yang hasilnya tidak tetap," pesan Luhut.

Luhut juga menyinggung, terkait lego jangkar, industri clean energi dalam menangani masalah limbah oil, penertiban kapal dan lainnya, penanganannya diminta dilakukan terintegrasi. Terutama antara penanganan limbah dan penertiban kapal hingga labuh jangkar.

"Karena masalah limbah ini rupanya sangat besar (di Kepri). Tadi sudah disebutkan hampir 40 sampai 50 ribu ton per bulan. Makanya (hadir perusahaan clean energy), untuk mengubah jadi energi yang bagus," bebernya.

Kedepan, Luhut mengatakan hal itu menjadi perhatian mereka, sehingga dia mengajak Menkopolhukam, Mahfud MD.

"Kami berbarengan dengan Menkopolhukam hadir, karena menyangkut masalah keamanan. Nanti akan kami koordinasikan bersama. Supaya semua penyelesaian lebih terintegrasi," imbuhnya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google


* Berita tentang Gubernur Kepri

* Berita tentang Ansar Ahmad

* Berita tentang Kepri

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved