Selasa, 5 Mei 2026

HUMAN INTEREST

KISAH Sukses Perantau di Batam Lewat Batik, Indra Sugiyono Serukan Produk Dalam Negeri

Kisah sukses Indra Sugiyono lewat batik tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia sempat banting setir dari pilihan hatinya itu.

Tayang:
TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
KISAH Sukses Perantau di Batam Lewat Batik, Indra Sugiyono Serukan Produk Dalam Negeri. Foto Indra Sugiyono (43) pembatik Batam asal Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021). 

Seolah ditakdirkan, Indra pun bertemu dengan seseorang yang bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Batam.

Oleh OPD Pemko Batam itu, ia diminta untuk mengembangkan kerajinan batik di Batam.

Mulanya, Indra menilai batik buatan Batam masih memiliki peluang besar untuk lebih ditingkatkan dari segi kualitasnya.

Apalagi, sebelumnya, masyarakat Kota Batam masih belum familiar dengan corak batik khas Batam.

Dengan kualitas yang belum mumpuni itu, harga batik yang ditawarkan dinilai masih cukup tinggi.

Indra pun mulai sering menciptakan karya-karya corak batik yang sesuai dengan ciri khas Kota Batam.

Selain bermotif gonggong, batik Batam kini memiliki corak ikan Marlin yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

"Sebenarnya proses membatik di setiap daerah sama saja, pada dasarnya pengerjaannya menggunakan lilin (malam).

Tetapi yang membedakan batik Batam adalah dari coraknya," jelas Indra.

Tahun ke tahun berlalu, sejak 2009, Indra pun bergabung dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam sebagai pembatik maupun pengajar.

Karya-karya batiknya banyak diminati oleh wisatawan mancanegara, nusantara maupun lokal.

Sebagai seorang instruktur, Indra juga sudah punya banyak pengalaman mengajar.

KISAH Sukses Perantau di Batam Lewat Batik, Indra Sugiyono Serukan Produk Dalam Negeri. Foto Indra Sugiyono (43) pembatik Batam asal Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021).
KISAH Sukses Perantau di Batam Lewat Batik, Indra Sugiyono Serukan Produk Dalam Negeri. Foto Indra Sugiyono (43) pembatik Batam asal Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021). (TribunBatam.id/Hening Sekar Utami)

Berbagai peserta pelatihan yang pernah diajarnya berasal dari latar belakang profesi dan usia yang berbeda-beda.

Salah satu pengalaman berkesan bagi Indra adalah ketika ia mengajari peserta pelatihan yang merupakan seorang lansia.

Dengan keterbatasan usianya, peserta pelatihan itu tetap semangat membatik meskipun jari-jarinya lemah dan gemetar.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved