HUMAN INTEREST
KISAH Sukses Perantau di Batam Lewat Batik, Indra Sugiyono Serukan Produk Dalam Negeri
Kisah sukses Indra Sugiyono lewat batik tak semudah membalikkan telapak tangan. Ia sempat banting setir dari pilihan hatinya itu.
"Saya pernah mengajari ibu-ibu lansia yang tangannya gemetar ketika memegang canting. Itu sangat berkesan bagi saya, karena semangat beliau," ujar Indra.
Hingga ini, sekitar 25 lebih pembatik binaan Dekranasda yang pernah dilatihnya sudah memiliki mata pencaharian secara mandiri dari membatik.
Sebagian besar pembatik tersebut berlatar belakang sebagai ibu rumah tangga.
Indra berharap ada lebih banyak lagi masyarakat Kota Batam yang mengenal dan mau belajar membatik.
Selain dapat menghasilkan secara ekonomi, kegiatan ini juga sekaligus berupaya melestarikan budaya khas yang telah ada.
Dengan segudang pengalamannya kini, Indra pun telah memiliki sertifikat sebagai seorang asesor kerajinan batik.
Sebagai asesor, ia berperan menilai dan menguji kelayakan kompetensi seorang pembatik.
Mulanya ia sempat ragu ketika akan mengikuti uji sertifikasi sebagai asesor kerajinan batik.
Pasalnya, Indra hanya seorang lulusan SMA, sementara peserta uji sertifikasi lainnya berasal dari lulusan peruguran tinggi dengan profesi akademis.
"Awalnya ragu, lulusan SMA apa bisa lolos jadi asesor, tapi waktu itu pengujinya bilang, pengalaman mengajar saya sudah cukup banyak, sehingga saya lolos sertifikasi," ujar Indra.
Kini, Indra merupakan satu-satunya asesor batik bersertifikasi di Kepri.
Selain mengajar batik, ia juga masih menjajakan karya-karyanya yang beragam corak kontemporer, mulai dari bentuk kain, hingga pakaian bermotif batik.
Dalam sebulan, Indra dapat memperoleh penghasilan cukup besar dari membatik.
Omset hasil berjualan kain batik setiap bulannya sebelum pandemi dapat mencapai Rp 20 juta.
Indra bersyukur, dengan membatik, kondisi perekonomian keluarganya yang dikaruniai tiga orang anak terbilang lebih dari cukup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kisah-sukses-perantau-di-batam-indra-sugiyono.jpg)