BATAM TERKINI
Hilang Sejak Januari, Motor Milik Warga Sei Beduk Ternyata Dipakai Orang di Batam Center
Seorang warga Sei Beduk, Batam kaget saat melihat motor miliknya yang hilang Januari kemarin dipakai pria bernama Robin Simon Nadeak, Rabu (24/3).
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang warga Sei Beduk, Batam kaget saat melihat motor miliknya yang hilang Januari kemarin dipakai seorang pria bernama Robin Simon Nadeak, Rabu (24/3/2021).
F yang awalnya galau kehilangan kendaraan yang biasa gunakan untuk pulang pergi kerja itu melihat motor tersebut di jalan arah Mega Legenda Batam Center.
Tak terima dengan hal itu, Ia lantas melaporkan kejadian itu ke anggota Polsek Sei Beduk.
"Unit Opsnal yang di Pimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk Ipda Budi Santosa, langsung bergerak cepat menuju ke TKP," ujar Kapolsek Sei Beduk, AKP Awal Syaban, Kamis (25/3/2021).
Benar saja, saat anggota Polsek Sei Beduk tiba di lokasi, mereka melihat pria 40 tahun itu mengendarai motor korban.
Tak berselang lama, Robin Simon Nadeak pun dihentikan polisi di sekitar kawasan Jalan Depan Ruko Hang Lekir Batam Center.

Dari hasil interogasi sementara, Robin Simon Nadeak menerima sepeda motor hasil gadai dari seseorang bernama Deni sekira satu bulan lalu di kawasan Kampung Aceh Simpang Dam Muka Kuning Batam.
Selanjutnya Unit Opsnal meminta ditunjukan keberadaan Deni tersebut, namun setelah dicari ke daerah Dapur 12 Deni yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang atau DPO.
Sayangnya, Deni belum bisa ditemukan anggota Polsek Sei Beduk.
Robin Simon Nadeak berikut sepeda motor matik yang dikendarainya kemudian dibawa ke Polsek Sei Beduk guna pengusutan lebih lanjut.
"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian barang berupa 1 unit sepeda motor merk Honda Vario 125 warna merah senilai Rp 16 juta,” tambah AKP Awal Syaban.
Baca juga: Ditreskrimum Polda Kepri Buru Guru Pelajar Jadi Mahir Curanmor, Identitas Sudah Diketahui
Baca juga: Fakta Baru Aksi Begal di Batam, Satu Tersangka Residivis Kasus Curanmor

KASUS curanmor di Batam
Kasus curanmor di Batam sebelumnya diungkap personel Ditreskrimum Polda Kepri.
Yang membuat prihatin, tersangkanya ada yang masih berstatus pelajar.
Bahkan ada yang masih anak di bawah umur.