BATAM TERKINI
Batam Siap Buka Pintu Wisman saat Pandemi, Pemko Bertemu Pelaku Wisata di Nongsa
Pemko Batam saat ini sedang menyusun SOP yang bakal diterapkan bagi wisman yang berkunjung ke Nongsa.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pintu wisatawan mancanegara (wisman) Batam diprediksi akan berlangsung mulai 21 April 2021.
Arahan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kemenparekraf RI ini, disambut baik oleh Pemko Batam.
Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang akan diterapkan bagi para wisman yang berkunjung ke Kepri.
"Rencananya akan dibuka kembali pada tanggal 21 April ini, ada dua titik di Kepri, yaitu kawasan Nongsa, Batam, dan kawasan Lagoi, Bintan," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Minggu (28/3/2021).
Untuk mempersiapkan kedatangan wisman, Pemko Batam telah menggelar pertemuan bersama para pelaku wisata di kawasan Nongsa, Batam.
Seluruh pelaku wisata tersebut menyambut baik dan berkomitmen untuk melayani wisman sesuai dengan standar protokol kesehatan yang akan ditetapkan nantinya.

Kegiatan-kegiatan pariwisata yang akan dilakukan oleh wisman pun diperkirakan akan terpusat di kawasan wisata Nongsa terlebih dahulu.
Pasalnya, beberapa kali kawasan wisata ini sudah memperoleh kunjungan dan tinjauan atas kelengkapan fasilitas dan standar protokol kesehatannya.
"Nanti soal apakah wisman boleh beraktivitas di luar kawasan Nongsa, dan lain sebagainya, itu berkembang saja tergantung pembahasan SOP yang segera kami susun bersama ini," ujar Amsakar.
Adapun SOP yang akan disusun, menurut Amsakar, tidak hanya menyangkut aktivitas wisman di dalam kawasan wisata saja, melainkan juga sejak awal kedatangan, transportasi, penginapan, aktivitas wisata, hingga kepulangannya.
Siapkan 2 Lokasi di Kepri
Dua kawasan wisata yakni Nongsa Point Marina dan Bintan Lagoon Resort siap dibuka kembali pada 21 April 2021.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad pun mengungkap dipilihnya dua lokasi wisata Kepri ini yang dibuka saat masa pandemi Covid-19.
Pembukaan kembali kawasan wisata ini, menurutnya dilakukan dengan penuh perhitungan.
Baca juga: Dongkrak Pariwisata Bintan saat Pandemi, Dispar Kepri Kampanye Sadar Wisata
Baca juga: The Entrance of Foreign Tourists will be Opened, Batam Mayor Confirms This to Nongsa Tourism Manager
Mulai dari tahapan vaksinasi corona sampai penerapan protokol kesehatan secara ketat.
“Kenapa dua lokasi ini yang dipilih, karena memang kawasan pariwisata ini terblokir dengan baik.
Artinya biasanya para turis atau wisatawan tidak berafiliasi dengan masyarakat karena kawasan ini jauh dari permukiman masyarakat,” ucap Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Kamis (25/3/2021).
Ia menambahkan, proses vaksinasi corona di Kepri, khususnya kepada pelaku wisata itu disaksikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Menparekraf Sandiaga Uno dalam kunjungan kerjanya ke Batam, Sabtu yang lalu.
Dengan pelaksanaan vaksinasi pekerja pariwisata serta penerapan protokol kesehatan yang ketat di area wisata, Gubernur Kepri Ansar Ahmad yakin jika Kepri siap bangkit dalam keunggulan pariwisatanya.
“Meskipun vaksinasi ini bukan jaminan 100 persen orang bisa menghindar dari pandemi Covid-19.
Tetapi ini membangun confidence yang lebih kuat karena kita sudah memiliki imun tubuh yang lebih kuat dan saya komitmen jika vaksinasi ini akan terus dilaksanakan,” jawab Ansar Ahmad ketika ditanya mengenai upaya vaksinasi dalam pembukaan pariwisata.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap kepada Pemerintah Pusat untuk melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Singapura.
Menurutnya, selama ini wisatawan dari Kepri paling banyak adalah dari negara Singapura.

Ansar Ahmad menyebutkan jika sebelum pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan ke kepri mencapai angka 3 juta orang per tahun dan sekarang menyusut sampai ke angka 10 persen.
“Saya harap kepada Pemerintah Pusat untuk melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Singapura.
Karena di kalangan pengusaha wisata sendiripun mereka sudah aktif melakukan pembicaraan dengan Singapura.
Tinggal bagaimana Pemerintah Pusat kita bias ikut membantu meyakinkan Singapura jika Kepri sudah siap menerima kembali para wisatawan mereka,” kata Gubernur Kepri itu.
Beberapa waktu lalu, baik Gubernur Kepri dengan Pemerintah Singapura yang diwakilkan oleh Menteri Kedua Luar Negeri Singapura telah melakukan pertemuan virtual guna membahas perihal travel bubble.
Menurut Gubernur Kepri itu, banyak media-media Singapura yang meliput hal itu dan itu menunjukkan jika sebenarnya masyarakat Singapura pun sudah menunggu-nunggu untuk bias liburan lagi ke Kepri.
“Hal ini harus kami manfaatkan betul. Karena artinya sudah ada demand dari masyarakat Singapura dan ketika kita sudah menyiapkan segalanya maka kita bakal kedatangan turis-turis itu dan dampaknya akan sangat baik bagi ekonomi Kepri," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Gubernur Ansar mengakui bahwa saat ini jatuhnya dunia pariwisata mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kepri karena Kepri dikenal di dunia sebagai surganya pariwisata Indonesia setelah pulau Bali.

Sehingga ketika pandemi Covid-19 ini terjadi pariwisata sangat merasakan dampaknya.
“Saat ini pertumbuhan ekonomi di Kepri memang masih minus dan inipun disebabkan collapsnya dunai pariwisata kita.
Lesunya pariwisata ini memberikan multiplayer effect bagi kita karena usaha-usaha yang berafiliasi dengan wisata itu banyak sekali.
Ada usaha travel, ukm makanan, kerajinan tangan, transportasi, festival kesenian, dan sebagainya.
Karenanya, kami ingin secepatnya secara perlahan memulai gairah denyut nadi pariwista seperti yang kami lihat juga mulai di Bali,” ucapnya.
Ansar juga menambahkan, jika Provinsi Kepri saat ini sudah relatif menurun dalam angka penyebaran Covid-19.
Dari 7 Kabupaten/Kota di Kepri sudah 4 Kabupaten yang berstatus zona hijau, sementara hanya tinggal 3 Kabupaten/Kota saja yang berstatus zona kuning.
“Sudah sangat baik dan melandai sekali angka covid-19 di Kepri.
Kami akan kontrol itu kita akan terus tekan itu apalagi sebentar lagi kita berjumpa dengan Ramadhan dan Hari Raya.
Harapan kami, dengan waktu yang tidak lama lagi ini semuanya sudah menjadi green zone di Kepri.
Karena itu syarat utama yang tidak bisa ditawar apabila kita mau membuka pembatasan dengan mancanegara,” tambahnya.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Endra Kaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri