HUMAN INTEREST
CURHAT PSK di Batam saat Pandemi Covid-19, 'Cari Rp 500 Ribu Aja Sekarang Susah'
Pandemi covid-19 juga dirasakan oleh PSK di Batam. Bagaimana kisah mereka untuk bertahan hidup di kota industri ini?
Sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Batam, dirinya adalah seorang pemandu lagu (ladies escort) di salah satu pub Kota Batam.
Baca juga: Peras Mucikari dan PSK, Kompol AS tak Berkutik saat Diciduk Anggota Resmob Polda Metro Jaya
Baca juga: Masih SMP Sudah Berani Jual Diri, PSK Belia 7 Kali Open BO, Tarifnya Murah Sekali !
Saat itu, tugas Caca hanya menemani tamu-tamu pub berkaraoke.
Bayaran untuknya pun tergantung dari banyaknya tamu dalam satu malam.
“Lumayan bang pendapatannya. Tapi karena pandemi, tempat saya bekerja itu tentu tak sanggup bayar kami.
Untuk operasional saja sudah berat dengan kondisi sekarang ini,” sedihnya.
Ia pun memilih untuk menjajakan diri ke pria hidung belang demi bertahan hidup di Batam.
Cara yang dipilihnya pun dengan berjualan di salah satu aplikasi media sosial.
Diyakininya, cara ini sedikit lebih ampuh untuk menarik para penikmat jasanya.
Sebab, ia tak perlu menunggu calon pelanggan di jalan-jalan atau lorong-lorong terpencil hingga larut malam.
“Kadang ada juga yang PHP. Tapi bagaimana lagi, harus pandai-pandai cari pelanggan yang jelas,” ungkap dia.
Senada dengan Caca, PSK di Batam lainnya, Riris (bukan nama sebenarnya) juga mengatakan demikian.
Di tengah sulitnya perekonomian warga akibat pandemi, ia pun harus bekerja ekstra untuk menarik minat pelanggan.
Jika tidak begitu, kebutuhan sehari-harinya pun ikut terancam.
“Anak saya mau makan apa? Memang dia sedang di kampung sama neneknya.
Tapi saya tetap harus tanggung jawab,” kata Riris.