BINTAN TERKINI
Dongkrak Pariwisata Bintan saat Pandemi, Dispar Kepri Kampanye Sadar Wisata
Kampanye sadar wisata digelar Dispar Kepri bersama Komunitas Otomotif se-Kepri di Pantai Dugong Trikora KM 52 Bintan.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
Mulai dari pelatihan protokol kesehatan dan juga vaksinasi,” ujarnya.
Iwan tetap optimistis membuka dan menjual destinasi wisata keindahan alam di tempat wisata mangrove atau hutan bakau di Bintan.
"Walaupun masuknya wisman ke Bintan akan dilokalisir ke beberapa hotel dan resor saja, tapi kami pelaku usaha lokal yakin jika hal itu berhasil, maka akan berdampak juga ke usaha wisata lokal," kata Iwan.
Ia melanjutkan, wisman sangat senang datang ke alam Bintan.
“Ya di sini (hutan mangrove) ada keindahan hutan, fauna seperti monyet, berang-berang, biawak, ular dan puluhan aneka burung yang pasti akan menarik wisman untuk datang,” tutupnya.
Siapkan Layanan GeNose
Sebelumnya diberitakan, pengelola wisata di Lagoi, Bintan menyiapkan sebanyak delapan alat pengecekan cepat covid-19, GeNose.
Persiapan ini dilakukan untuk menyambut rencana dibukanya pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Lagoi pada 21 April mendatang.
GeNose akan dipasang dan diterapkan pada pintu masuk pelabuhan dan pintu masuk jalur darat.
"Untuk tarif sekali pengecekan covid-19 menggunakan Genose ditarif sekitar puluhan ribu Rupiah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan, Wan Rudi Iskandar, Selasa (23/3/2021).
Wan Rudi juga menjelaskan, rencana pemerintah pusat ini sudah direspon pihak pengelola kawasan wisata di Lagoi.
“Tanggal 21 April itu sudah dalam rencana. Sejauh ini sudah ada 2 hotel yang khusus menerima tamu wisman yaitu Clubmed dan The Shancaya,” terangnya.
Ia melanjutkan, nantinya setiap kapasitas hotel dan transportasi akan diterapkan setengah dari kapasitas, kemudian untuk waktu lama menginap cukup panjang.
“Untuk wisman yang akan menginap seminggu atau dua minggu pasarnya ada," ungkapnya.
Wan Rudi menambahkan, di Kawasan wisata Lagoi juga sudah disediakan Laboratorium PCR.
Saat ini sedang dilakukan tahap sinkronisasi dengan sistem dan level laboratorium di Singapura. Sehingga nanti mengenai hasil laboratorium akan sama dan disetujui oleh Singapura.
“Sekarang sedang datang pihak dari Singapura untuk sinkronisasi alat PCR dengan Singapura,” ujarnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Bintan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kampanye-sadar-wisata-dispar-kepri-di-bintan.jpg)