Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Mama Muda Tersangka Aborsi di Karimun Minta Keringanan Hukuman, '3 Anak di Kampung'

Tersangka aborsi di Karimun, PS (21) kondisinya mulai membaik. Jeruji besi menantinya. Ia pun berharap ada keringanan hukuman untuknya.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
Tribun Batam/Rachta Yahya
Mama Muda Tersangka Aborsi di Karimun Minta Keringanan Hukuman. Foto kasus aborsi ilegal di Karimun. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kondisi tersangka kasus aborsi di Karimun, PS (21) mulai membaik.

Setidaknya sudah 6 hari ia dirawat di RSUD Muhammad Sani Karimun.

Saat ditemui TribunBatam.id, ia sudah mengenakan celana panjang.

Kondisinya juga tidak lagi pucat dan mengenakan kain sarung saat pertama dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun itu.

Wanita di Karimun itu dikenakan Pasal 341 atau 342 KUHP.

Itu setelah janin bayi yang ditaksir berumur lima sampai 6 bulan hasil hubungan terlarang dengan pria berinisial R dikubur di belakang rumah dalam kantong plastik hitam di RT 01/RW 07, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

ilustrasi
ilustrasi (kompascom)

PS diketahui masih berstatus istri orang, meski sudah pisah ranjang dengan suami sahnya.

Sementara si pria, diketahui belum menikah.

"Alhamdulillah sudah sedikit membaik, sudah bisa berjalan pelan-pelan walaupun masih merasakan pusing," ucapnya PS.

Sementara, PS juga akan menjalani chek up untuk memeriksa Hemoglobin pigmen darah merah pasca pendarahan penyebab aborsi tersebut.

Tidak hanya itu, penyebab aborsi tersebut PS sempat membutuhkan transfusi darah B sebanyak 12 kantong.

Namun yang ada saat itu hanya 6 kantong.

"Besok akan check up di RSUD untuk mengecek Hb," jawabnya.

Selanjutnya kepada pihak kepolisan juga di kabarkan sudah dua kali menjenguk dan menanyakan keadaannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved