KISAH PERANTAU DI BATAM
Cerita Pencaker di Batam, 30 Kali Kirim Lamaran Tak Kunjung Dipanggil hingga Terpaksa Ngamen
Wira, pencaker Batam asal Medan mengaku sudah mengirim 30 kali lamaran kerja lewat email. Namun tak kunjung dipanggil. Ia bingung
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sudah satu tahun lamanya Community Center (CC) atau MPH kawasan industri Batamindo, Muka Kuning, Batam masih ditutup.
Ditutupnya CC Batamindo itu membuat sejumlah pencari kerja (pencaker) kesulitan mendapat informasi lowongan kerja, apalagi bagi mereka yang tak memiliki android.
Pantauan Tribun, Kamis (1/4/2021) siang, gedung CC Batamindo itu tampak sepi, bahkan kosong. Sekeliling gedung dipasang tali pembatas.
Mading papan informasi yang semula penuh dengan tempelan informasi loker pun kosong.
Tepat di pintu masuk dipasang spanduk pemberitahuan bahwa CC itu ditutup sementara. Hal itu untuk mencegah penularan wabah covid-19.
Baca juga: Kisah Yoga Pertahankan Kelestarian Adat Melayu di Lingga, Tanjak Warisan Jadi Kebanggaan
Baca juga: Punya Lahan Terbatas, Purwadi Sukses Tanam Cabai Hijau, Hasil Panen Capai 1 Ton Lebih
Kendati ditutup, beberapa pencaker masih tetap datang untuk melihat informasi loker.
"Udah lama bangat ini tutupnya, bingung juga mau cari info lowongan dimana. Kalau dari dulu-dulu kan orang cari kerja datangnya ke sini," ujar seorang pencaker, Wira di CC Batamindo.
Tak hanya Wira, beberapa pencaker lainnya juga duduk lesehan di lantai CC Batamindo itu. Mereka mengaku rindu suasana CC yang dulu ramai.
"Gak rindu-rindu kali lah bang, yang penting dapat kerja aja udah. Biasanya kalau ini buka kami sesama pencaker saling berbagi informasi lowongan di sini.
Selain itu ketemulah kawan-kawan baru yang senasib sepengangguran. Tak ada duit bisalah minjam-mimjam," sambung Wira.
Ia bercerita, semenjak CC Batamindo ditutup banyak pencaker yang berkeliling cari info loker dan membawa map. Tak hanya di kawasan industri Muka Kuning bahkan sampai ke industri Batam Center, Kabil dan Batu Ampar.
"Kian hari makin sulit bang. Sudah perusahaan jarang buka penerimaan, tambah lagi covid.
Padahal kami kalau mau cari loker langsung bawa lamaran kerja langsung," ujarnya.
Menurut Wira lamaran kerja yang dia kirim secara online tak begitu efektif.
"Saya sudah ada 30 kali kirimkan lamaran lewat email tapi tak pernah ada panggilan," ketus Wira kesal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0104cc-batamindo.jpg)