Daftar 8 Objek Wisata di Tanjungpinang yang Bakal Disulap Gubernur Kepri Jadi Andalan
Di tempat kuliner Akau Potong Lembu, Ansar Ahmad berencana menjadikannya bukan hanya untuk turis mancanegara tapi juga untuk turis luar daerah Kepri
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Pasca dilantik sebagai Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bergerak cepat untuk mengoptimalkan apa yang sudah dimiliki Kepri saat ini untuk lebih baik lagi kedepannya.
Itu dilakukan untuk mendongkrak ekonomi Kepri, apalagi di tengah pandemi covid-19 saat ini.
Di antara cara itu, lewat pariwisata.
Ansar sudah punya ancang-ancang akan menjadikan sejumlah objek wisata di Tanjungpinang yang juga Ibu Kota Kepri sebagai andalan pariwisata.
Setidaknya ada delapan objek wisata.
Sabtu (3/4/2021), Ansar Ahmad meninjau beberapa objek wisata itu.
Pantauan Tribunbatam.id, meski berpeluh keringat, Ansar tetap antusias berjalan kaki mengitari kawasan Pasar Kota Lama Jalan Merdeka hingga Gereja Ayam GPIB Kota Tanjungpinang.
Ansar mengatakan, peninjauan objek-objek tersebut merupakan langkah awal perubahan dan akan dijadikan andalan pariwisata Kota Tanjungpinang.
"Hari ini ada delapan objek yang akan kita tinjau, tadi kita sudah mulai dari kawasan Pulau Penyengat. Ini kita lihat Kawasan Pusat Kota Lama dan akan kita poles nanti sama-sama.
Kemudian kita akan ke Gereja Ayam. Nanti akan kita coba jadikan tempat ibadah kunjungan bagi turis mancanegara juga yang ingin melakukan misa," ujar Ansar.
Baca juga: Gubernur Kepri Minta Warga Tak Lengah, Ansar Ahmad: Bersama Cegah Covid-19
Baca juga: Siap Wujudkan Visinya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad Gelar Konsultasi Publik Ranwal RPJMD
Adapun delapan objek yang akan dijadikan andalan wisata Kota Tanjungpinang yaitu, Pulau Penyengat, Pusat Kota Lama, Gereja Ayam GPIB, Tempat Kuliner Akau Potong Lembu, Makam Daeng Celak dan Daeng Marewah, Vihara dan Pelantar Senggarang, Patung Seribu Kijang serta Desa Wisata Sei Enam.
"Tempat kuliner akau potong lembu itu juga akan kita siapkan bukan hanya untuk turis mancanegara tapi juga turis luar daerah Kepri.
Kita akui namanya memang sudah populer, hanya perlu kita poles lagi. Kita mau jadikan itu kawasan makan khas lama," ujarnya.
Untuk kawasan objek wisata Patung Seribu, pihaknya masih akan menyasar terobosan baru yang bisa meningkatkan kunjungan masyarakat maupun turis mancanegara.
"Kita akan sasar dan coba lihat objek-objek apa yang bisa kita tambah di situ. Ada lagi Kawasan Pemakaman Daeng Celak dan Daeng Marewah, untuk ini konsepnya berbeda. Kita nanti akan coba bahas bersama tokoh sejarah kita,"
"Saya ingin di situ nanti ada kawasan-kawasan baru seperti taman burung, kawasan hiburan edukasi. Prinsipnya kita undang masyarakat berwisata ke situ. Kita dorong mereka lakukan wisata sejarah, artinya ada transformasi sejarah ke generasi kita," kata Ansar.
Ansar menyebutkan akan mendorong upaya realisasi pembangunan tersebut melalui anggaran bantuan pemerintah pusat secara bertahap.
"Cuma kalau saya hitung-hitung, perkiraan anggarannya tidak sedikit maka kita akan buat secara bertahap. Di pusat itu yang penting ada DED. Kalau kita butuh pembebasan lahan kita harus bebaskan, supaya orang punya daya tarik datang ke Tanjungpinang ini," terangnya.
Ditanyakan, berapa perkiraan anggaran sementara yang dibutuhkan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sejumlah-wisata-mengunjungi-vihara-patung-seribu-di-tanjungpinang4_20160208_185539.jpg)