Jumat, 10 April 2026

Foto-foto Menristek saat Kunjungi PT Sat Nusapersada di Batam

PT Sat Nusapersada Tbk di Batam kedatangan tamu penting, Sabtu (3/4). Tamu itu Menristek Bambang Permadi. Lihat foto-foto Bambang saat di Sat Nusa

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D dan Bos PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan, Sabtu (3/4/2021) di Batam, Kepri 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT Sat Nusapersada Tbk yang beralamat di Jalan Pelita VI, Lubuk Baja, Batam, Kepri kedatangan tamu penting, Sabtu (3/4/2021).

Ya, hari itu Sat Nusa kedatangan seorang menteri di kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Tamu itu adalah Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D , Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI.

Salah satu tujuan kedatangannya, Menristek ingin melihat kemampuan PT Sat Nusapersada Tbk sebagai salah satu perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia dalam membuat berbagai teknologi terkini dalam telekomunikasi.

Lihat foto-foto kunjungan Menristek di Satnusa Batam:

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk, Sabtu (3/4/2021) di Batam Kepri.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk, Sabtu (3/4/2021) di Batam Kepri. (tribunbatam.id/istimewa human Menristek)
Menteri Riset dan Teknologi mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk
Menteri Riset dan Teknologi mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk (ISTIMEWA)
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk, Sabtu (3/4/2021) di Batam Kepri.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk, Sabtu (3/4/2021) di Batam Kepri. (tribunbatam.id/istimewa human Menristek)

Lantas, apa catatan Menristek seusai kunjungannya di Satnusa?

"Pertama tadi dalam perhatian kami adalah teknologi 5G, pembuatan atau assembly handphone secara lengkap dan juga pengembangan produk seperti baterai maupun produk-produk elektronik lainnya," ujar Bambang seusai meninjau PT Sat Nusa.

Ia melanjutkan kedua, sebagai Menteri Riset dan Teknologi atau Kepala Badan Riset dan inovasi nasional, dalam kunjungan ini pihaknya melihat bagaimana upaya inovasi PT Tata Sarana Makmur (TSM) bisa bersinergi dengan PT Sat Nusapersada Tbk. Khususnya selain terkait handphone dan 5G.

"Kenapa ini penting? Kita tahu Indonesia ini pasarnya besar," katanya.

Menurut Bambang, di tengah situasi pandemi Covid-19, percepatan informasi digital, akan semakin banyak orang yang bergantung pada hubungan telekomunikasi digital dengan peralatan yang memenuhi syarat.

Ia mencontohkan ketika semua orang membutuhkan pendidikan secara online, maka keberadaan alat telekomunikasi menjadi penting.

"Satu hal, handphone saya sudah lihat langsung di PT Sat Nusa Persada, berikutnya yang kita pikirkan adalah laptop. Di Indonesia ini kalau pendidikan online, apabila nantinya masuk sekolah walaupun masih 50 persen maka dibutuhkan laptop agar proses belajar online jauh lebih baik," paparnya.

Ia tak menginginkan, kebutuhan laptop yang besar harus diimpor. Dalam kunjungannya ini, ia melihat PT Sat Nusapersada Tbk sangat mungkin melakukannya 100 persen di dalam negeri dan kemudian PT TSM bisa melakukannya dari sisi design research and development (R&D).

"Dengan adanya laptop di Indonesia dan didesign di Indonesia. Ini akan membuat ketergantungan terhadap impor bisa dikurangi," kata Bambang.

Di era revolusi 4.0, Indonesia harus mengadopsi teknologi 5G. Pihaknya mendorong kegiatan research and development terkait dengan 5G. Dorongan tersebut pertama mengenai penentuan lokal kontain atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)

"Semakin jelas TKDN terutama untuk produk yang dibutuhkan pemerintah maka sangat membantu perusahaan. Salah satunya PT Sat Nusa Persada Tbk yang kemampuannya sudah lengkap dari hulu sampai hilir. Dari awal produk itu terurai sampai jadi, tentunya diserap oleh market Indonesia," katanya.

Kedua, ia menginginkan PT Sat Nusa Persada Tbk sebagai manufaktur pabrik dengan pihak risetnya. Ia mendorong para pelaku riset lokal untuk lebih banyak mengembangkan produk dari awal dengan PT Sat Nusa Persada Tbk. Sehingga produk yang dikembangkan bisa masuk ke line production PT Sat Nusa Persada Tbk.

"Kita ingin tak sepenuhnya bergantung pada produk impor tetapi pada teknologi yang bukan impor. Kalau 5G dipakai secara penuh, Indonesia mempunyai peran yang cukup signifikan. Paling tidak untuk pasar Indonesia sendiri," katanya.

Dalam hal ini Bambang berharap apabila TKDN bagus, penguasaan industri komponen bisa bertambah terus. Sehingga orang tak ada masalah lagi jika dibilang TKDN.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved