Rabu, 29 April 2026

Foto-foto Menristek saat Kunjungi PT Sat Nusapersada di Batam

PT Sat Nusapersada Tbk di Batam kedatangan tamu penting, Sabtu (3/4). Tamu itu Menristek Bambang Permadi. Lihat foto-foto Bambang saat di Sat Nusa

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D dan Bos PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan, Sabtu (3/4/2021) di Batam, Kepri 

Ia menegaskan TKDN itu bersifat penting. Ia tak menginginkan kerahasiaan data, keamanan siber berisiko apabila sepenuhnya bergantung kepada teknologi yang 100 persen dari luar.

"Setelah pulang ke Jakarta nanti kami akan mendorong tim research mulai berfokus kepada pengembangan teknologi 5G," katanya.

Seperti diketahui fokus Kemenristek adalah mendukung pengembangan ekonomi digital khususnya ditengah pandemic covid-19. Dimana pemerintah melakukan percepatan trasnformasi digital sebagai upaya untuk membantu pemulihan ekonomi melalui penerapan teknologi berkesinambungan. 

Buat Bangga

Sementara itu, PT Sat Nusapersada Tbk sudah memproduksi handphone 5G.

Demikan hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi PT Sat Nusapersada, Tbk, Bidin Yusuf saat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D mengunjungi PT Sat Nusapersada Tbk.

"Kita sudah memproduksi handphone 5G kok," ujar Bidin, Sabtu (3/4/2021).

Diakuinya Menristek, Prof. Bambang sudah melihat ke lapangan. Adapun handphone 5G adalah untuk Asus dan Xiaomi dan masing-masing memiliki 3 model.

"Pak Menteri tadi tanggapannya sudah positif karena di Sat Nusa sudah siap semua," ujarnya.

Bidin melanjutkan, Menteri meminta seluruh elektronik di TKDN. Untuk menghadapi, merakit dan menciptakan lapangan kerja.

"Pandemi begini susah cari kerja. Tapi mudah-mudahan kita masih tetap buka lapangan kerja baru," tuturnya.

Ia meminta pemerintah untuk menciptakan sebuah regulasi untuk mengikat produk tersebut agar logo kontennya bisa produksi dalam negeri. Salah satunya dengan TKDN.

"Handphone 20 dulu, baru 30. Step by steplah. Banyak yang sudah kami produksi," ujarnya.

Seperti diketahui, Satnusa sebagai perusahaan manufaktur berteknologi tinggi yang telah memproduksi berbagai produk unggulan seperti Smartphone berteknologi 5G, perangkat Smart home dan Internet of things. Berbagai produk tersebut siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pada masa pandemi ini.

Dengan adanya pandemi ini, kebutuhan akan digitalisasi menjadi hal pokok dalam kehidupan masyarakat. Sebagai contoh di dunia pendidikan, pembelajaran memerlukan laptop yang selama ini bergantung pada produksi luar negeri.

Menurut Kemendikbud, masih ada kebutuhan 40.8 persen (21,6 juta) dari seluruh pelajar nasional yang perlu perangkat laptop. Dengan melakukan produksi dalam negeri pemerintah dapat menghemat 30 persen biaya impor dan dapat digunakan untuk mensubsidi sekitar 8,6 juta laptop bagi siswa yang membutuhkan.

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, UMKM yang telah mencapai 62 jutaan merupakan elemen penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, dan baru sekitar 13 persen yang memanfaatkan platform digital.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved