Kamis, 7 Mei 2026

Foto-foto Menristek saat Kunjungi PT Sat Nusapersada di Batam

PT Sat Nusapersada Tbk di Batam kedatangan tamu penting, Sabtu (3/4). Tamu itu Menristek Bambang Permadi. Lihat foto-foto Bambang saat di Sat Nusa

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, PH.D dan Bos PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan, Sabtu (3/4/2021) di Batam, Kepri 

Founder PT Tata Sarana Makmur Sjamsudin Ali mengatakan saat ini PT TSM telah mampu membuat alat pembayaran digital dengan TKDN lebih dari 40 persen yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha dan UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital para UMKM tersebut akan memiliki kesempatan yang sama dengan pelaku usaha lain untuk menjual produknya dan dapat menekan biaya operasinal.

"Kita perlu mempertahankan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri agar memilki daya saing global dengan meningkatkan kompetensi dalam bidang RnD teknologi maju dan investasi human capital," tuturnya.

Dukung Pengembangan Ekonomi Digital

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.

Selain itu, Kemenristek berfungsi melakukan perumusan dan penetapan kebijakan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, serta koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan.

Fokus Kemenristek adalah mendukung pengembangan ekonomi digital khususnya di tengah pandemic covid-19 di mana pemerintah melakukan percepatan trasnformasi digital sebagai upaya untuk membantu pemulihan ekonomi melalui penerapan teknologi berkesinambungan.

Sementara itu masih terasa perlunya dukungan indutri, khususnya industri dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan usahanya, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.

Dukungan riset inovasi dan pengembangan sebagai bentuk tindak lanjut untuk menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut, diharapkan pada akhirnya menuju kesejahteraan masyarakat Indonesia dan penerapan teknologi 4.0.

Pentingnya Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi terkini menjadi suatu keharusan untuk menjadi bagian dalam mewujudkan ketahanan nasional.

Baca juga: Daftar Harga Mobil Bekas Rp 70 Jutaan, Mulai dari Honda Jazz Hingga Toyota Kijang Innova

RnD menjadi langkah penting dalam rangka membangun industri nasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan domestik dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional.

Hari ini Menteri Riset dan Teknologi mengunjungi salah satu pelopor industri smartphone 4G di Batam di mana RnD yang sudah dilakukan oleh PT Tata Sarana Mandiri dan produksi dilakukan oleh PT Sat Nusapersada Tbk dengan mengedepankan kandungan lokal yang sudah tersertifikasi TKDN lebih dari 30%.

Produk-produk yang sudah dihasilkan mendukung industri telekomunikasi , keuangan, pendidikan dan digitalisasi UMKM.

Sjamsudin Ali, Founder PT Tata Sarana Makmur mengatakan perlunya mempertahankan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri agar memilki daya saing global dengan meningkatkan kompetensi dalam bidang RnD teknologi maju dan investasi human capital.

Sementara itu, Bidin Yusuf, Direktur Operasi PT Sat Nusapersada, Tbk mengatakan Satnusa sebagai perusahaan manufaktur berteknologi tinggi yang telah memproduksi berbagai produk unggulan.

Seperti Smartphone berteknologi 5G, perangkat Smart home dan Internet of things, siap untuk menjadi basis produksi untuk memproduksi berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pada masa pandemi ini seperti produk laptop.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved