Korea Utara Mundur dari Olimpiade Tokyo, Alasannya Takut Terinfeksi Virus Corona
Korea Utara membuat keputusan menarik diri dari Tokyo pada pertemuan komite Olimpiade dan Menteri Olahraga Kim Il Guk pada 25 Maret, kata kementerian
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
TOKYO, TRIBUNBATAM.id - Korea Utara memutuskan untuk tidak mengirim atlet ke Olimpiade Tokyo tahun ini karena kekhawatiran COVID-19.
Hal itu disampaikan Kementerian Olahraga Korea Utara, Selasa (6/4/2021).
Jika keputusan itu terlaksana, maka ini akan menjadi pertama kalinya Korea Utara melewatkan Olimpiade Musim Panas sejak Korea Utara memboikot Seoul pada 1988 di tengah Perang Dingin.
Penarikan keikutsertaan Korea Utara dari Olimpiade Tokyo disebut sebagai langkah mundur.
Karena rencananya, Korea Selatan ingin menggelar pertemuan untuk menawarkan diri menjadi rumah olimpiade bersama tahun 2032.
Ketika Korea Selatan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada tahun 2018, Kim mengirim saudara perempuannya untuk memimpin delegasi Korea Utara.
Baca juga: Arab Saudi Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksin untuk Umrah di Awal Ramadhan 2021, Ini Penjelasannya
Para atlet dari kedua belah pihak berbaris di bawah bendera terpadu pada upacara pembukaan, dan menurunkan tim hoki es wanita gabungan.
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat bulan lalu ketika Korea Utara melanjutkan uji coba rudal, meskipun kedua belah pihak mengatakan setelah peluncuran bahwa mereka ingin melanjutkan dialog.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan yang bertanggung jawab atas urusan antar-Korea mengatakan Seoul berharap Olimpiade Tokyo akan menjadi kesempatan untuk "mendorong perdamaian dan rekonsiliasi antara kedua Korea".
"Kami menyesal itu tidak bisa terjadi," tambahnya dalam sebuah pernyataan.
Korea Utara membuat keputusan menarik diri dari Tokyo pada pertemuan komite Olimpiade dan Menteri Olahraga Kim Il Guk pada 25 Maret, kata kementerian itu di situsnya.
Panitia memutuskan tidak mengikuti Olimpiade ke-32 untuk melindungi atlet dari krisis kesehatan global yang disebabkan virus corona, katanya.
Korea Utara mengatakan tidak ada kasus virus korona.
Baca juga: 10 Rekor Dunia yang Tak Biasa: Pakai Kaos Terbanyak Hingga Tali dari Bungkus Permen Terpanjang
Kim, yang dikenal sebagai penggemar bola basket AS, telah secara terbuka menunjukkan ambisinya untuk mempromosikan olahraga profesional.
Pertemuan 25 Maret itu juga membahas cara-cara mengembangkan teknologi olahraga profesional, memperoleh lebih banyak medali di kompetisi internasional, dan memperluas kegiatan olahraga publik selama lima tahun ke depan, kata kementerian itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/maskot-olimpiade-tokyo-2020-yang-akan-berlangsung-tahun-2021.jpg)