Breaking News:

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

NASIB Demokrat Kepri Pasca Penolakan KLB, Hotman Hutapea: Lebih Baik Buat Partai Baru

News Webilog Tribun Batam, Rabu (8/4/2021) menghadirkan Ketua DPC Partai Demokrat Batam, Hotman Hutapea.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
NASIB Demokrat Kepri Pasca Penolakan KLB. Foto Ketua DPC Partai Demokrat Batam, Hotman Hutapea dalam News Webilog Tribun Batam edisi Rabu (7/4/2021). 

Kini kami memilki ketua umum, apabila kami nanti menang ya tolong dihormati.

TB : Proses perseteruan ini masih akan berlanjut, bagaimana nasib kader-kader loyalis AHY di daerah termasuk Kepri jika kubu KLH akhirnya memang secara mutlak pada proses selanjutnya?

HH : Sebenarnya dengan konflik ini istilahnya kami merasa diganggu.

Tapi dengan adanya itu justru membuat kami semakin merekat dan kompak.

Dalam internal DPP Demokrat itu seluruhnya terbuka, tidak ada kasus yang tertutup.

Namun karena covid jadi harus tertutup. Ini semua karena covid yang mengharuskan mengikuti protokol bukan masalah lainnya karena di Demokrat itu bebas.

TB : Selama konflik di tubuh internal partai berlangsung, bagaimana koordinasi, komunikasi dan konsolidasi antara DPP dan DPD dan DPC Demokrat?

HH : Sangat solid bahkan lebih solid dan makin solid, karna sekarang semua bentuk group karna tiap hari selalu ada informasi yang di share ke group.

Kini kami semua memiliki jiwa muda lagi sedang bersemangat-semangatnya.

TB : Setelah Kemenkumhan menolak kubu KLB, apa instruksi dari ketua umum kepada kader di daerah?

HH : Agar tidak diganggu, kami diminta untuk melaporkan ke Kanwilkumham kepengurusan dari tingkat DPC ke DPP.

Kami juga menyerahkan ke Kesbangpol, kemudian DPC ke Polda dan ke Polres. Khusus Kepri tidak ada masalah.

TB : Ada yang menarik dari konflik internal Partai Demokrat bagi Kepri.

Sebab, ada kader bahkan Ketua DPD Partai Demokrat dan kader lain akhirnya membelot?

Bagaimana tanggapan Abang sebagai loyalis Demokrasi versi AHY?

HH : Kami masih berkomunikasi pada Rabu namun malamnya sudah tidak bisa di hubungi dan Kamis kami mencari dan Kamis malamnya langsung di berhentikan.

Presiden Jokowi dan Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit
Presiden Jokowi dan Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sibolangit (KOLASE TRIBUN JAMBI)

Namun Ketua DPD lagi ada masalah dia memang pergi ke Sibolagit namun dia tidak melakukan tanda tangan di sana (Sibolangit-red) sehingga Apri Sujadi tidak dipecat namun di Plt atau digantikan.

TB : Saat ini Demokrat versi AHY boleh dikatakan sudah berada di atas angin.

Tetapi ironisnya, kader yang sudah berseberangan justru menikmati hasil politik yang mana dulu dia berjuang melalui Demokrat.

Misalnya, Pak Apri Sujadi dan istri. Mereka tidak jadi kader Demokrat lagi.

Tapi mereka menikmati jabatan politik saat ini yang diperjuangkan melalui Partai Demokrat dulu?

HH : Tidak ada masalah, Ketua DPD diberhentikan.

TB : Apakah ada upaya untuk menggugat soal ini agar mereka bisa di-PAW atau diturunkan dari jabatan politik ini?

HH : Berbeda kasus antara Apri dan Iwan, memang sama-sama menghadiri namun DPC Karimun itu sendiri sejak awal sudah tidak ada kabar makanya dia dipecat.

Sedangkan DPD masih ada komunikasi jadi jabatan ketua di gantikan. Hanya ketua Karimun saya yang dipecat.

TB : Kita coba berpikir kemungkinan paling ekstrem.

Bagaimana jika kader-kader yang sudah membelot dari Demokrat akibat kisruh ini akhirnya meminta kembali lagi bergabung dengan Demokrat ? Bagaimana reaksi Bapak sendiri ?

HH : Saya rasa berat untuk menerima kembali nanti ada persepsi jelek apabila masih di terima, silahkan cari partai lain.

Silahkan cari jalan masing-masing, karna dia keluarpun tidak mempengaruhi kami yang di dalamnya bahkan apabila nantinya di terima nanti malah menimbulkan kericuhan dan merusak suasana.

TB : Apakah mereka masih memiliki peluang untuk duduk di jabatan pengurus partai jika kembali bergabung lagi?

HH : Mohon maaf untuk menggabungkan kembali tidak ada.

TB : Di tengah konflik internal seperti ini, apakah Bapak yakin ke depan Demokrat masih menjadi raja di hati masyarakat dan memenangkan Pileg ? Apa alasannya ?

HH : Saat ini kami berada di 7,8 persen, kami berada di 4 besar berarti masih ada di hati masyarakat.

TB : Apa pesan Bapak kepada kader-kader loyalis AHY untuk menyikapi konflik partai yang belum selesai ini?

HH : Kami ini solid, kami merasa di ganggu. Bagi rekan-rekan yang sudah berjalan lebih baik buat partai baru, jangan mengganggu rumah orang, rezeki orang.

Toh nanti juga bertemu dengan masyarakat.(TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kisruh Partai Demokrat

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved