Breaking News:

Australia Barat Bersiap Hadapi Siklon Tropis Seroja, Apa Itu?

Setelah meluluhlantakkan wilayah Nusa Tenggara Timur, kini Siklon Tropis Seroja dilaporkan akan melanda Australia Barat pada Minggu, (11/4/2021). 

.
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, AUSTRALIA - Setelah meluluhlantakkan wilayah Nusa Tenggara Timur, kini Siklon Tropis Seroja dilaporkan akan melanda Australia Barat pada Minggu, (11/4/2021). 

Pemerintah setempat meminta penduduk di Denham, Shark Bay untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Ada kemungkinan mengancam nyawa dan rumah saat topan(siklon seroja) mendekati daerah itu. Anda perlu mengambil tindakan dan bersiap untuk berlindung dari topan," ujar Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat (DFES) seperti dikutip AP.  

Menurut Badan Meteorologi setempat, angin kencang kategori 2 dengan cepat bergerak ke tenggara dan menguat menjadi kategori 3. 

Klasifikasi kategori 3 terlihat dari kecepatan angin hingga 224 kilometer per jam. 

"Dampak ke pantai barat dimulai sore ini. Kondisi berbahaya termasuk hembusan angin yang merusak, curah hujan yang tinggi dan gelombang badai," ujar DFES. 

Dikutip ABC, peringatan telah dikeluarkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Carnarvon dan Northampton karena Siklon Tropis Seroja semakin cepat menuju pantai Barat Australia. 

Baca juga: Bantu Papua Nugini Hadapi Pandemi Covid-19, Australia Kirim Tim Medis Kloter Kedua

Peringatan itu juga diberikan kepada masyarakat yang berada di Kalbarri, Northampton, Port Gregory dan Horrocks. 

Topan Seroja diprediksi akan melintas sekitar pantai Kalbarri dan Geraldton pada pukul 21.00 waktu setempat, dengan cuaca yang cukup cerah sebelumnya.  

Pemerintah setempat bersiap menghadapi kerusakan tinggi pada bangunan yang berada di daerah tersebut.

Menteri layanan darurat mengatakan hal ini mengingat bangunan tidak didesain untuk dapat menahan angin kencang dari Siklon Tropis Seroja. Biasanya fenomena itu melanda ke wilayah bagian selatan. (*) 

Simak berita terbaru lainnya di Google News



Baca juga: 9 Aftershocks were Recorded in Malang, Heres the Explanation of BMKG

Baca juga: Inilah 6 Lokasi Pemantauan Hilal di Kepri untuk Tentukan 1 Ramadhan 1442 H

Baca juga: Kondisi Terakhir Via Vallen Setelah Gempa Malang, Akui Berada di Dalam Gedung: Kayak Naik Kapal

Baca juga: 7 Persiapan Masak Jelang Ramadhan yang Bisa Dilakukan Dari Sekarang

Editor: Lia Sisvita Dinatri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved