Profil Narciso Ramos Sang Diplomat Pendiri ASEAN Bersama Adam Malik dari Indonesia
Narciso Ramos adalah pendiri ASEAN yang berasal dari Filipina. Narciso Ramos dari Filipina, Adam Malik dari Indonesia, S Rajaratnam dari Singapura
TRIBUNBATAM.id - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ( Perbara) atau dikenal Association of Southeast Asian Nations ( ASEAN), merupakan organiasi negara Asia Tenggara.
Di dalamnya telah tergabung 10 negara. Antara lain Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja
Mengingat kepentingan geografis, ekonomis dan politik yang strategis, sejak beberapa tahun belakangan ini, ASEAN telah mencoba menjajaki perluasan anggota kepada negara-negara tetangga di sekitar ASEAN.
Berikut ini adalah daftar negara-negara perluasan keanggotaan ASEAN Bangladesh, Palau, Papua Nugini, Republik Tiongkok (Taiwan) dan Timor Leste.
• China Bakal Gandeng Indonesia Jadi Produsen Vaksin Raksasa untuk ASEAN
Namun tahukah kah kamu, di balik kesuksesan pendirian ASEN ada sosok tokoh dunia bernama Narciso Ramos
Ya, Narciso Ramos adalah pendiri ASEAN yang berasal dari Filipina.
Hingga akhir hayatnya ia kenang sebagai tokoh dunia yang berjasa dalam penyatuan kawasan Asia Tenggara.
Pada Agustus 1967, di Laem Thaen, Pantai Bang Saen, Thailand, 5 negarawan dari 5 negeri tetangga berkumpul bersama.
Narciso Ramos dari Filipina, Adam Malik dari Indonesia, S Rajaratnam dari Singapura, Thanat Khoman dari Thailand, Tun Abdul Razak dari Malaysia.
• TNI AU Perkasa, Gagal Beli SU-35 Rusia, Menhan Pilih Jet Tempur Rafale, Satu-satunya di ASEAN
Mereka menyusun teks terakhir dari dokumen singkat dan sederhana yang hanya berisi 5 artikel yang menandai awal baru bagi negara mereka di Asia Tenggara.
"Perekonomian yang terfragmentasi di Asia Tenggara, dengan setiap negara mengejar tujuan terbatasnya sendiri dan membuang sumber dayanya yang sedikit dalam upaya yang tumpang tindih atau bahkan saling bertentangan membawa benih kelemahan," ujar Menteri Luar Negeri Filipina Narciso Ramos dalam pertemuan saat itu.
"Oleh karena itu, ASEAN dapat mengumpulkan potensi yang masih belum digali dari kawasan yang kaya ini melalui lebih banyak lagi tindakan substansial yang tidak terikat,” kata Ramos seperti yang dilansir dari Manila Times pada 2019.
Tun Abdul Razak, Wakil Perdana Menteri Malaysia, berkata, “Kami tidak dapat bertahan lama sebagai negara yang merdeka, yang terisolasi, kecuali kami berpikir dan bertindak bersama. Dan kecuali kami membuktikan dengan perbuatan bahwa kami adalah bagian dari keluarga negara-negara Asia Tenggara.”
• Cara India Habisi China Tak Main-main! Bersekutu dengan Negara ASEAN Ini di Laut dan Siap Perang
Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia, membayangkan "sebuah wilayah yang bisa berdiri sendiri, cukup kuat untuk mempertahankan diri dari pengaruh negatif dari luar wilayah."
Sementara itu, S Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura mengatakan, “Kita harus memikirkan tidak hanya kepentingan nasional kita, tetapi juga menempatkannya pada kepentingan regional, itu adalah cara berpikir baru tentang masalah kita.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-filipina-narciso-ramos.jpg)