Profil Narciso Ramos Sang Diplomat Pendiri ASEAN Bersama Adam Malik dari Indonesia
Narciso Ramos adalah pendiri ASEAN yang berasal dari Filipina. Narciso Ramos dari Filipina, Adam Malik dari Indonesia, S Rajaratnam dari Singapura
Menteri Luar Negeri Thailand Thanat Khoman, yang telah mengemukakan gagasan ASEAN bersama kolega Malaysia dan Indonesia 14 bulan sebelumnya, menjadi pembicara terakhir.
“Apa yang telah kami putuskan hari ini hanyalah permulaan kecil dari apa yang kami harap akan berlangsung lama dan berkelanjutan dari yang kami capai, mereka yang akan bergabung dengan kami nanti dan generasi yang akan datang dapat berbangga,” kata Khoman.
Brunei Darussalam bergabung kemudian pada 7 Januari 1984; Vietnam pada 28 Juli 1995; Laos dan Myanmar pada 23 Juli 1997; dan Kamboja pada 30 April 1999, yang kini menjadi 10 negara anggota ASEAN.
Baca juga: AS Akan Memihak ke ASEAN, Sebut Cara Tiongkok di Laut China Selatan Mirip VOC dan EIC
Riwayat hidup
Bernama lengkap Narciso Rueca Ramos, lahir dari pasangan Placido Ramos dan Ramina Rueca di Asingan, Pangasinan pada 11 November 1900.
Ia bersekolah di Sekolah Dasar Asingan dan lulus dari SMA Manila pada 1919.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikan bidang jurnalis di Universitas Filipina.
Setelah itu, ia berkuliah lagi dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Nasional pada 1924. Pada tahun yang sama, ia mengambil dan lulus ujian pengacara, menurut catatan biografi tokoh dunia.
Ramos bekerja di bidang hukum di provinsi asalnya dan di Manila.
Ia diakui sebagai pelopor di bidang hukum di Pangasinan dan memiliki reputasi membela orang miskin dan tertindas.
Pada 1934, ia terpilih sebagai wakil dari distrik kelima Pangasinan ke Badan Legislatif Filipina ke-10, dan terpilih kembali pada 1941.
Selama hari-hari gelap pendudukan Jepang di Filipina, dia memilih untuk mempertaruhkan nyawanya dengan bergabung dengan pejuang perlawanan Filipina, dari pada bekerja sama dengan musuh.
Baca juga: Belum Ada Surat Resmi, Persebaya Tetap Persiapkan Diri Hadapi ASEAN Club Championship
Menurut catatan sejarah, pada 1946, setelah Filipina merdeka, Ramos dipanggil Presiden yang menjabat saat itu, Manuel Roxas bersama dengan Duta Besar Joaquin Elizalde.
Ramos dan Elizalde diberi mandat untuk mendirikan dinas luar negeri negara dan mengatur Kedutaan Besar Filipina yang pertama di Washington DC.
Dimulailah karir tokoh dunia tersebut yang panjang dan terhormat dalam urusan luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-filipina-narciso-ramos.jpg)