Breaking News:

KPPAD Anambas Punya PR, Tangani 4 Kasus Pencabulan Anak Selama 2021, Korban Ada yang Hamil

Komisioner KPPAD Anambas, Yessi menyebut, ada satu wilayah di Anambas yang kasus pencabulan terhadap anak di bawah umurnya masih tinggi

pexels.com
Ilustrasi pencabulan. KPPAD Anambas Punya PR, Tangani 4 Kasus Pencabulan Anak Selama 2021, Korban Ada yang Hamil 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Anambas mencatat empat kasus pencabulan anak selama 2021.

Maraknya kasus pencabulan, pelecehan, dan kekerasan anak di bawah umur, masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) komisioner KPPAD Kepulauan Anambas.

Komisioner KPPAD Anambas, Yessi mengatakan, dari empat kasus pencabulan terhadap anak yang ia tangani, satu kasus pencabulan dilakukan atas dasar suka sama suka.

Namun pelaku sebelumnya sempat ditahan di kantor polisi. Sementara tiga pelaku lainnya ada yang sudah di-BAP dan disidangkan.

"Salah satu korban ini ada yang hamil. Jadi karena laki-laki ini mau bertanggung jawab jadi sudah dinikahkan. Mereka menyelesaikan secara kekeluargaan," ujar Yessi pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Pria Rekam Aksi Pencabulan Bocah di Kebun, Ditangkap Setelah Videonya Viral di Facebook

Baca juga: Kasus Pencabulan Anak, Paling Bejat Perbuatan S (38) di Medan pada 5 Anak Kandung Sekaligus

Ia melanjutkan, dari kebanyakan kasus pencabulan, pelaku merupakan kerabat dekat korban. Bahkan kakek tiri korban sendiri tega melakukan hal tidak senonoh tersebut.

"Saya berharap para orang tua juga mendapatkan edukasi. Betapa beratnya hukuman jika ada pelaku yang benar-benar nekat untuk melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Itu akan kita proses secara hukum. Kita dari KPPAD tidak main-main bila menemui kasus seperti ini, karena anak harus kita perjuangkan," terangnya.

Ia menyebut, ada satu wilayah di Anambas yang tingkat kasus pencabulan terhadap anak di bawah umurnya masih tinggi.

"Ada satu wilayah yang tidak bisa saya sebutkan, tapi itu masih tinggi," ujarnya.

Untuk mengurangi terjadinya kasus serupa, KPPAD Anambas gencar mendatangi masyarakat di setiap kecamatan dan desa. Tujuannya untuk memberikan edukasi terkait pengawasan orang tua terhadap anak.

Poin pentingnya, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk melindungi anaknya jadi korban.

(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved