Sabtu, 9 Mei 2026

Pelayanan Air di Batam Dinilai Menurun, Ini Tanggapan PT Moya Indonesia

Corporate Communication PT Moya Indonesia, Astriena Veracia memberikan tanggapannya terkait pelayanan air di Batam yang dinilai menurun

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
ISTIMEWA
Kantor PT Moya Indonesia di Batam. Pelayanan Air di Batam Dinilai Menurun, Ini Tanggapan PT Moya Indonesia 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Corporate Communication PT Moya Indonesia, Astriena Veracia angkat bicara.

Itu terkait sorotan anggota DPRD Provinsi Kepri soal pengelolaan dan pelayanan air bersih di Batam oleh PT Moya Indonesia yang dinilai menurun.

Ia mengatakan, saat ini SPAM Batam telah memaksimalkan kapasitas produksi pada 6 Instalasi Pengolahan Air (IPA) dari kapasitas sebelumnya.

"Saat ini pun SPAM Batam juga terus melakukan pengaturan pola aliran secara optimal di area distribusi jaringan pipa, agar kebutuhan pelanggan dapat penuhi dengan baik," ujarnya, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, lanjut Astriena, SPAM Batam juga melakukan penyelesaian secara maksimal atas keluhan pelanggan yang masuk.

Astriena mengakui penyempurnaan semua operasional pelayanan kepelangganan tetap menjadi komitmen utama bagi SPAM Batam untuk menghadirkan kualitas pelayanan yang sebaik mungkin.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Provinsi Kepri menyoroti pengelolaan dan pelayanan air bersih di Batam.

Pengelolaan air oleh PT Moya dipertanyakan, karena sumber dan fasilitas pengelolaan air tidak berubah.

Namun pelayanan yang diterima masyarakat atau pelanggan, turun.

"Sama sumber airnya. Fasilitas juga sama, tapi pelayanannya setelah ditangan Moya, turun," ujar Anggota DPRD Provinsi Kepri, Sahat Sianturi, Rabu (14/3/2021) di Batam

Dia mengingatkan agar Moya juga mengecek distribusi air agar tidak ada unsur kesengajaan untuk mendistribusikan angin dulu ke dalam pipa, baru dilanjutkan dengan air. 

"Jangan seperti ada kesengajaan atau ada pembiaran, angin lebih dulu masuk kedalam pipa. Sehingga angin keluar baru air. Kalau jumlah angin dikalikan jumlah pelanggan se-kota Batam, bisa ribuan meter kubik angin yang diluncurkan sebelum air," katanya.

Ia melanjutkan, walau kualitas masih baik, namun harap memperhatikan kejernihan air.

Baca juga: RAMADHAN 2021 - Jajaran Polresta Barelang Gelar Tarawih dan Tadarus Bersama

Bukan itu saja, tekanan air bersih juga turun.

"Sekarang, tekanan air jadi lebih lambat. Tidak kencang dibanding sebelum dikelola Moya," kata Sahat.

Sahat mengkhawatirkan jika tidak ada perbaikan pelayanan air, dan jika Moya menang untuk pengelolaan air 25 tahun ke depan, air Batam akan lebih banyak masalah.

Seharusnya, saat masa transisi ini, PT Moya mengoptimalkan pelayanan. Sehingga punya nilai lebih untuk bisa mengelola air ke depan.

"Jika sekarang kualitas layanan tidak maksimal. Ke depan, saat mereka mengelola air untuk 25 tahun ke depan, pelayanan bisa semakin menurun,"  beber Sahat.

Untuk itu, ia menyarankan untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menentukan pengelola air bersih ke depan.

Diingatkan, air bersih terkait dengan semua masyarakat Batam.

Sehingga, pengelolaan tidak baik ke depan, akan menimbulkan gejolak sosial.

"Kalau pengelolaan air kedepan tidak optimal, setidaknya sama seperti sebelumnya, maka akan merugikan BP. Karena ini bisa menimbulkan gejolak sosial," ujar Sahat.

Sahat juga meminta, agar BP Batam cepat mengambil keputusan atau tender, bagi perusahaan air yang serius mengelola air.

"Sehingga, tidak menjadi pertanyaan pelanggan. Pilih yang terbaik dengan melihat track record pengelolaan air perusahaan peserta lelang, di daerah lain," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved