Kamis, 28 Mei 2026

HUMAN INTEREST

Suka Duka Rudi Sukarjo Bangun Kebun Wisata Jambu Madu Edu Farm di Batam: Risiko Pasti Ada

Rudi Sukarjo mulai mengeluti usaha Kebun Jambu Madu Edu Farm Marina sejak 2015. Jatuh bangun usaha sudah menjadi bagian dari usaha yang digelutinya

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang
Foto Rudi Sukarjo, pemilik dan pengelola kebun wisata Jambu Madu Edu Farm Sei Temiang di Batam. Suka Duka Rudi Sukarjo Bangun Kebun Wisata Jambu Madu Edu Farm di Batam: Risiko Pasti Ada 

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dikembangkannya ini mendapat respons positif dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Kita sangat bersyukur usaha kita diridhoi Allah, sehingga BP Batam pun memberikan kepercayaan dan memberi dukungan kepada kita untuk mengembangkan usaha jambu madu.

Bukan hanya sekedar usaha tetapi membuka ruang untuk umum," kata Sukarjo.

Dukungan yang diberikan BP Batam ini membuat Sukarjo, berusaha agar usaha jambu madu bisa menjadi tempat belajar bagi pendatang atau wisatawan.

"Jadi kita berpikir, jika hanya jambu sulit untuk membuat lokasi jambu madu tersebut jadi tempat belajar bercocok tanam. Jadi kita coba dengan padi, kebetulan di dalam lokasi kita ada lahan yang tidak pernah kering airnya walaupun musim kemarau berkepanjangan," kata Sukarjo.

Karena bercocok tanam adalah hobinya, jadi ia mengolah lahan yang ada untuk menanam padi.

"Tanaman padi kita tumbuh subur, kebetulan lahannya terbatas. Jadi kalau untuk produksi hal itu sangat tidak mungkin," kata Sukarjo.

Dari lahan yang terbatas itu pula, dimanfaatkannya sebagai tempat belajar bercocok tanam untuk umum.

"Kita buat jadi tempat belajar yang kita sebut 'Dari sawah sampai ke meja makan'. Kita menawarkan program tersebut ke sekolah-sekolah sebagai pelajaran pariwisata," ujarnya.

Responsnya positif. Setidaknya hingga saat ini sudah ada ratusan sekolah yang belajar langsung ke lokasinya.

Pada siswa yang datang itu diberikan pelajaran cara menanam padi, sampai padi dihidangkan di meja makan.

"Kita ajari mereka, dari materinya sampai terjun ke lokasi. Anak-anak itu turun ke lumpur, menanam padi, bahkan kalau ada lokasi yang sedang panen, mereka juga ikut panen," kata Sukarjo.

Ia melanjutkan selama menjalankan usahanya ini, banyak hal yang sudah dilewati baik suka mau pun duka.

"Sekarang kita sangat bersyukur, usaha bisa berjalan dengan baik dan berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam," ujarnya.

(Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Human Interest Story

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved