TRIBUN WIKI
Sejarah Hari Kartini dan Perjalanan Emansipasi Wanita di Indonesia
Inilah sejarah Hari Kartini dan perjalanan emansipasi wanita di Indonesia yang diperingati setiap 21 April.
Biasanya masyarakat menggunakan pakaian adat daerah masing-masing sebagai perlambang Bhineka Tunggal Ika.
Sosok R.A Kartini

R.A Kartini merupakan putri keluarga bangsawan di Jepara, Jawa Tengah.
Dia adalah anak kelima dari 11 bersaudara.
Ayah Kartini Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat pernah menjadi Bupati Jepara.
R.M Adipati Ario Sosroningrat masih memiliki garis keturunan Kerajaan Majapahit.
Ibu R.A kartini yaitu M.A. Ngasirah yang merupakan putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.
Kakek R.A Kartini yaitu Pangeran Ario Tjondronegoro IV yang menjadi bupati di usia 25 tahun.
Pangeran Ario Tjondronegoro IV dikenal sebagai bupati yang memberi pendidikan barat kepada anaknya.
R.A Kartini sempat mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun.
Pada usia 12 tahun, Kartini seperti wanita Jawa lainnya harus menjalani pingitan.

R.A Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 12 November 1903.
Dia meninggal empat hari setelah melahirkan putranya, Soesalit Djojoadhiningrat, pada 13 September 1904.
Kartini meninggal di usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Baca juga: Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia
Baca juga: Sejarah Hari Bank Dunia yang Diperingati Setiap 1 April, Dibentuk untuk Lawan Kemiskinan
Baca juga: Sejarah Gereja Katedral Makassar yang Tertua di Sulsel, Dua Kali Kena Bom
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/peringatan-hari-kartini-21-april-2019.jpg)