Breaking News:

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono Bidik Natuna Jadi KEK Kelautan

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono menilai Natuna potensial jadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kelautan karena memiliki SDA yang melimpah

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Muhammad Ilham
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Wahyu Sakti Trenggono dan rombongan saat meninjau budidaya ikan napoleon dan kerapu di Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepri, Kamis (22/4/2021). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono meninjau budidaya ikan napoleon dan kerapu di Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepri, Kamis (22/4/2021).

Sebelumnya, Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono meninjau sejumlah fasilitas yang ada di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna di Selat Lampa dan berdialog dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan yang mendapat bantuan pinjaman modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Pantauan Tribunbatam.id, terlihat Menteri Trenggono antusias menyaksikan bagaimana ikan napoleon dan kerapu dibudidayakan dalam keramba.

Diketahui ikan napoleon memiliki harga yang sangat fantastis.

Dari hasil tinjauannya ini, Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan.

Baca juga: Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono ke Natuna, Salurkan Bantuan Rp1,345 Miliar

Sebab selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, sudah ada infrastruktur penunjang salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa.

"Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan ini menjadi sangat penting dan harus ada, karena kini sumber kehidupan kita berorientasi pada sumber daya hasil laut.

Untuk itu kedepannya kita akan mengarah kepada ekonomi biru atau kelautan," ujar Menteri Trenggono di Pulau Sedanau.

Menurutnya, Natuna memiliki potensi besar di subsektor perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya yang menunjang untuk dijadikan sebagai KEK.

Menteri KKP itu menjelaskan, untuk budidaya misalnya, ada ikan napoleon dan kerapu yang nilai ekonominya begitu tinggi. Apalagi pemasarannya sudah merambah pasar ekspor, di mana pembeli datang langsung ke keramba-keramba pembudidaya.

Menteri Trenggano optimistis, KEK bisa mendorong tumbuhnya sektor kelautan dan perikanan di Natuna.

Sebab bidang-bidang yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan nantinya terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pasar.

Dengan adanya KEK, usaha budidaya masyarakat diyakini semakin berkembang, begitu pun dengan aktivitas ekonomi di SKPT Natuna ikut menggeliat.

"Rencana ini akan saya sampaikan dulu ke pusat untuk dibahas lebih lanjut," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved