HUMAN INTEREST
Yatimah Bertahan Hidup dari Hasil Memotong Karet, 'Saya Gak Pernah Beli Baju Lebaran'
Yatimah, seorang nenek berusia 70 tahun bertahan hidup dari hasil memotong karet.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Agus Tri Harsanto
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Yatimah, seorang nenek berusia 70 tahun bertahan hidup dari hasil memotong karet.
Sejak umur 20 tahun, Yatimah asal Pacitan Jawa Timur ini memutuskan merantau ke Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau.
Saat ini Yatimah sendiri sudah memiliki dua anak, dengan suami yang sudah lama meninggal dunia.
Namun, ia sendiri hanya tinggal bersama anak laki-lakinya, karena sang anak perempuan telah menikah.
Yatimah pun dulu sempat tinggal bersama mendiang suaminya di Desa Kuala Raya, Kecamatan Singkep Barat.
Dengan rezeki yang diperoleh, akhirnya ia bersama suaminya berhasil membangun sebuah rumah sederhana di Kampung Damnah Setajam.
Selain sebagai pemotong karet, ia juga memelihara dua ekor sapi atau lembu milik orang lain, untuk menambah penghasilannya yang tidak tentu.
Baca juga: Lansia di Lingga Akhirnya Dapat Bantuan, Yatimah: Tak Pernah Dapat Rehab Pemerintah
Putranya itu pun memiliki profesi yang sama, dengan memelihara sapi.
Wanita lansia ini pun rela berbagi kisah kepada TRIBUNBATAM.id saat ia ditemui sedang mengambil rumput di samping jalan raya Dabo Singkep, Sabtu (24/4/2021) siang.
Yatimah lalu menceritakan, bahwa setiap dua hari sekali ia selalu menempuh jarak yang cukup jauh untuk sampai ke kebun karet, tempat ia menoreh penghasilan.
"Tiap hari saya pergi jam 4 subuh, perjalanan kesana kira-kira 2 jam, dengan berjalan kaki," kata Yatimah.
Dengan belakangan ini Kepri, khususnya Lingga memasuki hujan lebat, Yatimah pun mengaku bahwa penghasilannya tidak tentu.
"Karet 1 kg 8 ribu, kalau dijual tunggu udah sebulan beberapa kilo baru saya jual. Kadang juga tidak tentu, kalau hujan saya tidak bisa pergi," ucapnya.
Dengan pakaiannya yang lusuh, wanita tua berdarah Jawa ini juga rutin mengambil rumput di kawasan tempat tinggalnya itu.
Dengan terik panas sinar matahari yang membakar kulitnya, tidak menjadi penghalang untuk wanita usia 70 tahun ini bertahan hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2504_-warga-lingga.jpg)