Selasa, 12 Mei 2026

Kasus Covid-19 Semakin Krisis, Inggris hingga Turki Sampai Kirim Bantuan Medis ke India

Inggris, Jerman dan Amerika Serikat kirim bantuan medis yang mendesak ke India, hal ini kasus Covid-19 di India semakin krisis.

Tayang:
Kompas.com
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh. (AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGH) 

Inggris

Pasokan pertama dari sembilan peti kemas maskapai penerbangan dari Inggris, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen, direncanakan tiba di India Selasa pagi.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan, Inggris berjanji akan melakukan "semua yang bisa" untuk membantu.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan Inggris akan menggunakan pesawat militer atau menyewa pesawat lain untuk mendapatkan pasokan ke India untuk membantu negara "pada saat mereka membutuhkan".

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace
Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace berjalan di sepanjang Downing Street di pusat kota London pada 3 Februari 2021.

Paket bantuan termasuk 495 konsentrator oksigen, 120 ventilator non-invasif, dan 20 ventilator manual dari kelebihan stok Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan Inggris akan memberikan dukungan semaksimal mungkin karena kedua negara adalah "teman dekat dan mitra yang semakin penting".

“Selain itu, kami membutuhkan kerja sama internasional seperti ini jika ingin melalui pandemi ini. Kami tidak akan aman sampai kami semua aman,” tambahnya.

Amerika Serikat

Pada Minggu, Presiden Joe Biden mengatakan AS akan mengirimkan bahan baku untuk Covishield, vaksin Oxford-AstraZeneca buatan India, serta peralatan medis dan alat pelindung.

"Amerika Serikat telah mengidentifikasi sumber bahan mentah spesifik yang sangat dibutuhkan untuk pembuatan vaksin Covishield di India yang akan segera tersedia untuk India," kata pernyataan Gedung Putih.

Namun, tidak disebutkan apakah mereka akan mengirimkan salah satu dari 30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang saat ini masih surplus.

Penasihat medis utama pemerintahan Biden pada hari Minggu mengatakan AS akan meninjau bagaimana membantu pasokan vaksin India.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci berbicara selama briefing harian di Brady Briefing Room Gedung Putih di Washington, DC pada 21 Januari 2021.
Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci berbicara selama briefing harian di Brady Briefing Room Gedung Putih di Washington, DC pada 21 Januari 2021. (MANDEL NGAN / AFP)

Dr Anthony Fauci mengatakan kepada ABC bahwa AS akan mempertimbangkan cara-cara untuk membantu, seperti dengan mengirimkan dosis vaksin ke India atau membantu negara tersebut “untuk membuat vaksin sendiri”.

Biden menjanjikan bantuan darurat terkait virus corona ke India dalam panggilan telepon Senin dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Biden "menjanjikan dukungan teguh Amerika untuk rakyat India" dan mengatakan AS "menyediakan berbagai bantuan darurat, termasuk pasokan terkait oksigen, bahan vaksin dan terapi", kata Gedung Putih.

Baca juga: UPDATE Covid-19 India, Warga Sebut Corona Mengamuk Seperti Monster hingga Krematorium Kewalahan

Uni Eropa

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved