Kamis, 30 April 2026

Kasus Covid-19 Semakin Krisis, Inggris hingga Turki Sampai Kirim Bantuan Medis ke India

Inggris, Jerman dan Amerika Serikat kirim bantuan medis yang mendesak ke India, hal ini kasus Covid-19 di India semakin krisis.

Tayang:
Kompas.com
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh. (AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGH) 

TRIBUNBATAM.id - India dalam keadaan kritis dalam berperang melawan Covid-19.

Suasana tidak kondusif terjadi India karena kasus Covid-19 yang meningkat bahkan tembus rekor dunia.

Bahkan diberitakan rumah sakit di India penuh dan tempat krematorium kehabisan kayu.

Hingga Senin (26/4/2021), India bisa mencapai rekor infeksi harian tertinggi dalam lima hari berturut-turut.

Tidak hanya kehabisan kayu untuk kremasi, rumah sakit sampai kehabisan pasokan oksigen.

Sampai-sampai keluarga dibiarkan angkut sendiri orang  yang terpapar Covid-19 dari rumah sakit ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Bantuan peralatan medis dari Inggris untuk India
Bantuan peralatan medis dari Inggris untuk India (Twitter @MEAIndia)

Bahkan, pemerintah setempat telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk membantu mengatasi lonjakan infeksi virus corona.

Di saat yang sama, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat berjanji akan mengirim bantuan medis yang mendesak ke India.

India, dengan populasi 1,3 miliar, memiliki penghitungan resmi lebih dari 17,6 juta infeksi virus corona, meskipun para ahli kesehatan mengatakan angka tersebut mungkin berjalan lebih tinggi.

Baca juga: Ada WNI Datang dari India Lolos Karantina Covid-19, Polisi: Dia Membayar Rp 6,5 Juta

Organisasi Kesehatan Dunia

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan kewaspadaan Senin, mengatakan organisasi itu bergegas untuk membantu mengatasi krisis.

"Situasi di India sangat memilukan," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan.

“WHO melakukan semua yang kami bisa, menyediakan peralatan dan pasokan penting.”

Tedros mengatakan badan kesehatan PBB antara lain mengirimkan "ribuan konsentrator oksigen, rumah sakit lapangan bergerak prefabrikasi dan persediaan laboratorium".

WHO juga mengatakan telah memindahkan lebih dari 2.600 ahli dari berbagai program, termasuk polio dan tuberkulosis, untuk bekerja dengan otoritas kesehatan India guna membantu menanggapi pandemi.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi. (AFP/Fabrice COFFRINI)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved