Breaking News:

KKB PAPUA

SAH Berlabel Teroris, KKB Papua Diserbu Gabungan TNI Polri, Langsung Kirim Surat ke Jokowi

Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) di Papua yang kerap melakukan teror dan kekerasan ke warga dan petugas dikategorikan pemerintah sebagai teroris

facebook/TPNPB
SAH Berlabel Teroris, KKB Papua Diserbu Gabungan TNI Polri, Langsung Kirim Surat ke Jokowi 

TRIBUNBATAM.id - Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua yang kerap melakukan teror dan kekerasan resmi dikategorikan pemerintah sebagai teroris. 

Laber teroris terhadap KKB sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

"Pemerintah menganggap organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan teroris," ujar Mahfud MD dalam konferensi pers, dikutip dari kanal YouTube Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/2021).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menyatakan, mereka yang dikatakan teroris adalah siapa pun yang merencanakan, menggerakkan dan mengorganisasikan terorisme.

Adapun terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

"Yang dapat menimbulkan korban secara massal atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, dan keamanan," kata Mahfud.

Di samping itu, Mahfud menyatakan, pemerintah sejalan dengan pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo dan sejumlah pimpinan instansi serta lembaga negara lainnya yang menyatakan KKB telah melakukan kekerasan secara brutal dan masif.

ilustrasi KKB Papua saat berada di markasnya di Intan Jaya
ilustrasi KKB Papua saat berada di markasnya di Intan Jaya (ist)

Mahfud mengaku tak sedikit tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah daerah, dan DPRD di Papua yang selama ini sudah mendatangi kantor Kemenko Polhukam untuk memberikan dukungan.

"(Mereka memberikan) dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna menangani tindak kekerasan yang muncul belakangan ini di Papua," kata dia yang dikutip dari KOMPAS TV.

Seperti diketahui, ketegangan di Papua belakangan ini meningkat dengan kontak tembak yang melibatkan aparat keamanan TNI-Polri dan KKB.

Halaman
1234
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved