TRIBUN WIKI
Biodata Kolonel Iwa Eks Komandan KRI Nanggala, Pelopor Kapal Selam Sakit Keras Terpapar Merkuri
Inilah Biodata Kolonel Iwa Eks Komandan KRI Nanggala, Pelopor Kapal Selam Sakit Keras Jual Rumah.
Maka saat kejadian itu nangis di rumah meski sedang sakit didampingi saya. Dulu katanya jumlahnya 150 orang, sekarang ada 300 orang pasukan khusus kapal selam di Indonesia," ujar dia.
4. Menangsi saat tahu KRI Nanggala 402 tenggelam

Heni Hunaeni (62), ibu mertua Kolonel Iwa berkisah anaknya langsung menangis terisak saat mendengar seluruh anak didiknya di KRI Nanggala tenggelam.
Suara bicara yang parau terdengar dibarengi isakan tangisannya.
Kala itu, Heni pun ikut panik dan kaget bagaimana kalau hal itu menimpa menantunya tersebut.
Apalagi, ketiga anaknya sampai sekarang masih kecil dan tak bisa bermain dengan ayahnya karena hanya bisa terbaring tak berdaya di kamar tidur setiap harinya.
"Tiap hari begitu saja di kamar tidur dan sudah tak bisa bicara. Berobat terus sudah tahunan bolak balik Tasikmalaya-Jakarta.
Sekarang sudah tak tinggal lagi di Surabaya sejak akhir 2019 terakhir menjabat Komandan Satsel. Sekarang tinggal di sini," ujar ibu paruh baya berkerudung coklat tersebut kepada Kompas.com, Sabtu (1/5/2021) pagi.
5. Rumah sederhana
Pelataran megah dan ornamen mewah tak terlihat sama sekali di sebuah rumah yang saat ini ditempati oleh Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa di Jalan Paseh, Kota Tasikmalaya, Sabtu (1/5/2021).
Di rumah sosok pria yang berpangkat satu tingkat lagi sebagai perwira tinggi dan menjadi salah satu andalan khusus Kapal Selam Indonesia tersebut tak terlihat ada deretan mobil atau gerbang tinggi laiknya kebanyakan para pejabat tinggi TNI lainnya.
Gang Haji Shaun Jalan Paseh Kota Tasikmalaya menjadi saksi sang kolonel bolak-balik berjalan kaki setiap menuju rumahnya dari depan jalan raya berjarak sekitar 20 meter.
6. Jual rumah untuk pengobatan
Heni pun bercerita kalau anak dan menantunya tersebut telah menjual rumah pribadinya di daerah Parakan Honje (Parhon) Indihiang untuk biaya berobat selama ini.
Sejak dijualnya rumah untuk berobat beberapa tahun lalu, sang kolonel beserta istri dan anaknya kini tinggal di rumah gang sempit bersama mertuanya tersebut.
"Kalau rumahnya dulu ada tapi bukan di Jati, di Parhon itu. Itu sudah lama dijual untuk berobat Pak," kata Heni sembari mengingat kembali tahun berapa anaknya menjual rumahnya di Parhon.
(*)
Berita lain tentang KRI Nanggala 402
Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google