Breaking News:

Tidak Ukur Suhu Badan Saat Masuk Restoran Saat Pandemi, Mantan PM Malaysia Didenda Rp10 Juta

Denda dijatuhkan kepada Mantan PM Malaysia itu karena tidak mengukur suhu badan saat datang ke sebuah restoran

Malay Mail/Miera Zulyana
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 

KUALA LUMPUR, TRIBUBATAM.id - Mantan pemimpin Malaysia Najib Razak kembali berhadapan dengan masalah hukum.

Setelah dihukum atas skandal besar 1Malaysia Development Berhad (1MDB), kali ini Najib Razak didenda karena melanggar aturan saat pandemi Covid-19.

Denda dijatuhkan kepada Mantan PM Malaysia itu karena tidak mengukur suhu badan saat datang ke sebuah restoran.

Polisi menjatuhkan denda sebesar RM 3000 atau sekitar Rp 10 juta.

"Dia didenda RM3.000 (Rp 10.427.925) karena tidak mendaftar di restoran atau tidak memerika suhu tubuhnya," kata polisi seperti dikutip dari channel news asia.

Baca juga: Mulai Oktober 2021, Singapura Terbitkan Paspor dengan Masa Berlaku 10 Tahun

Baca juga: Tekan Penyebaran Virus, Singapura Perketat Aturan pada 8-30 Mei, Pertemuan Maksimal 5 Orang

"Saya dan pria di jalan diselidiki oleh polisi dan didenda oleh pemerintah," tulis Najib di Facebook, setelah hukuman diumumkan Kamis malam (6 Mei).

"Tapi saya tidak tahu (apakah ini akan terjadi), apakah menteri pemerintah melanggar aturan."

Pemilik restoran juga didenda RM10.000 karena gagal memastikan Najib mengikuti peraturan.

Bulan lalu, Najib mengungkapkan dia menghadapi kebangkrutan karena diduga gagal membayar pajak lebih dari US $ 400 juta, yang dapat membuatnya kehilangan kursinya di parlemen.

Dia dihukum tahun lalu dalam persidangan pertama dari beberapa persidangan yang dia hadapi atas penjarahan dana kekayaan kedaulatan 1MDB.

Ia dituding mencuri miliaran dolar dari kendaraan investasi dan dihabiskan untuk segala hal mulai dari karya seni yang mahal hingga real estat, skandal yang berkontribusi pada jatuhnya pemerintahan Najib pada tahun 2018.

Malaysia menghadapi wabah COVID-19 yang meningkat, dan minggu ini memperkenalkan pembatasan baru di Kuala Lumpur dan beberapa daerah lainnya. ( channelnewsasia )

Penulis: Mairi Nandarson
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved