Breaking News:

TRIBUN WIKI

Siapa Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, 25 Tahun Tak Tertangkap

Siapa sebenarnya Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, hingga Kini Tak Tertangkap.

Editor: Widi Wahyuning Tyas
ISTIMEWA
MEGA KORUPSI - Siapa sebenarnya Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, hingga Kini Tak Tertangkap. FOTO: EDDY TANSIL 

Muncul dugaan bahwa dia kabur ke China.

20 tahun kemudian, nama Eddy Tansil kembali terdengar, meski belum juga berhasil ditangkap.

Pada 2013 lalu, Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan, Kejaksaan Agung telah mengendus keberadaan pembobol uang negera melalui kredit Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) melalui perusahaan Golden Key Group (GKG) itu, di China.

Bahkan, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri saat itu, Komjen Suhardi Alius, berharap agar Pemerintah China membantu Pemerintah Indonesia dalam memulangkan buronan tersebut.

Awal Mula Kasus Eddy Tansil Terungkap

Eddy Tansil koruptor yang kabur dari penjara Lapas Cipinang 1996. Kasus Korupsi Bapindo. Foto tanggal 15 April 1994.
Eddy Tansil koruptor yang kabur dari penjara Lapas Cipinang 1996. Kasus Korupsi Bapindo. Foto tanggal 15 April 1994. (KOMPAS/ EDDY HASBY)

Dilansir dari pusat data Harian Kompas, kasus ini terungkap saat rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Gubernur Bank Indonesia J Sudrajad Djiwandono tahun 1993.

Saat itu, anggota Komisi VII dari Fraksi Karya Pembangunan AA Baramuli menjadi tokoh penting.

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) itu mengungkap secara gamblang petunjuk kemungkinan adanya penyelewengan uang dalam jumlah besar dalam kasus kredit yang dikucurkan Bapindo kepada bos GKG Eddy Tansil tanpa adanya jaminan yang jelas.

Belakangan ada dua nama pejabat penting yang diketahui memberikan referensi layak kredit untuk Eddy Tansil yang ditujukan kepada jajaran pimpinan tertinggi di bank milik pemerintah itu.

Keduanya adalah mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin dan Ketua DPA Laksamana (Purn) Sudomo. Namun, tidak ada bukti keterkaitan mengenai aksi Eddy Tansil dengan dua orang itu.

Di dalam pengadilan terungkap adanya pembobolan uang negara sebesar 430 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved