Breaking News:

TRIBUN WIKI

Siapa Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, 25 Tahun Tak Tertangkap

Siapa sebenarnya Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, hingga Kini Tak Tertangkap.

Editor: Widi Wahyuning Tyas
ISTIMEWA
MEGA KORUPSI - Siapa sebenarnya Eddy Tansil? Koruptor Kelas Kakap Kabur dari Penjara, hingga Kini Tak Tertangkap. FOTO: EDDY TANSIL 

Kaburnya Eddy merupakan tamparan keras bagi dunia peradilan Tanah Air.

Sebab, sejumlah upaya yang menguras tenaga, biaya dan waktu berbulan-bulan dengan menghadirkan sekian petinggi negara seperti Sudomo, JB Sumarlin hingga Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintaputra kandas.

Fasilitas itu berupa ruangan berpendingin udara hingga izin kunjungan keluarga setiap hari baginya.

Namun, di tengah pengawasan khusus itulah justru Eddy Tansil berhasil kabur.

Bahkan, mantan Dirjen Pemasyarakatan Baharuddin Lopa pun keheranan.

“Bagaimana dalam pengawasan khusus bisa kabur?” ucap Baharuddin.

Hingga kini, 25 tahun pasca dirinya melarikan diri,

Eddy masih bisa dengan leluasa menghirup udara bebas. Jejaknya pun tak diketahui.

Kaburnya Eddy Tansil dari Lapas Cipinang

Tepat pada hari ini 25 tahun lalu, 8 Mei 1996, koruptor kelas kakap Eddy Tansil berhasil kabur dari penjara.

Melansir TribunManado.co.id dengan judul Sosok Eddy Tansil, Koruptor Ulung yang Kabur dari Penjara, Hingga Kini Tak Ditemukan, Dijuluki 'BB', peristiwa kaburnya Eddy Tansil diisukan sudah direncanakan secara matang dan terstruktur.

Sosok yang merugikan negara dengan kasus korupsi Bapindo kala itu.

Kabar menghebohkan kaburnya terpidana korupsi kelas kakap Eddy Tansil dari penjara pun mencuat di pemberitaan media massa.

Sederet pewartaan tentang kaburnya Eddy Tansil dari LP Cipinang, Jakarta, baru diketahui publik pada 7 Mei.

Informasi resmi terkait kaburnya Eddy Tansil disampaikan oleh Menteri Kehakiman Oetojo Oesman.

Padahal, Eddy Tansil kabur dari LP Cipinang sejak 4 Mei.

Namun peristiwa kaburnya Eddy Tansil ternyata sangat tertutup karena baru diketahui komandan jaga pada 6 Mei 1996.

Sosok Eddy Tansil

Mantan Juragan becak ini bahkan disemati dengan gelar sensasional tapi memalukan yakni Koruptor Legendaris Indonesia.

Eddy Tansil sendiri adalah buronan sepanjang masa bagi Indonesia karena kasus korupsinya tahun 1994.

Saat itu Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) memberikan kredit ke perusahaan Golden Key Gold (GKG) milik Eddy Tansil sebesar 565 juta Dolar AS atau Rp 1,3 triliun.

Tahun 1996 angka Rp 1,3 triliun terbilang sangat besar lantaran harga beras sekilo saja masih seribu rupiah dan UMR Indonesia kala itu hanya Rp 36.000.

Maka jika di kurskan saat ini, korupsi Eddy Tansil mencapai Rp. 7,9 triliun.

Saat itu hanya Eddy Tansil yang berani korupsi duit rakyat sebesar itu.

Pertama kalinya dalam sejarah Indonesia berdiri.

Awal mula korupsi

Awal mula Eddy Tansil alias Tan Tju Fuan bisa korupsi saat ia memulai bisnisnya sebagai produsen Bajaj dan becak.

Usahanya terus berkembang hingga ia bisa membeli perusahaan perakitan sepeda motor ternama dalam negeri.

Tapi usaha Eddy Tansil sempat bangkrut lantaran Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin melarang penggunaan bajaj dan becak di ibukota.

Namun nasibnya diselamatkan usaha pabrik cetakan bajanya.

Bahkan Tansil juga berhasil mendirikan pabrik bir di Fujian, China, hingga ia mendapat julukan 'Bapak Bir Fujian'.

Usai itulah ia mendirikan PT Golden Key Group (GKG) yang bergerak di bidang petrokimia yang melibatkan ia dalam kasus mega korupsi Bapindo.

Usut punya usut, Tansil berhasil mendapat kucuran kredit sebesar itu karena kedekatannya dengan keluarga Cendana.

Uang tersebut lantas ia 'makan' bulat-bulat untuk kepentingan pribadi.

Tansil lantas ditangkap oleh pihak berwajib dan pada tahun 1995 PN Jakarta Pusat memvonis Tnasil bersalah dengan hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 30 juta, ganti rugi Rp.500 miliar dan membayar kerugian negara sebesar Rp 1,5 triliun.

Ia kemudian dijebloskan ke LP Cipinang.

Sialnya dalam satu tahun masa tahanan, Tansil izin lima kali keluar untuk berobat ke RS Jantung Harapan Kita.

Pada saat izin kelima itulah ia kabur bersama seluruh anak dan istrinya.

Tansil dan keluarga berpindah-pindah negara untuk menghindari kejaran aparat penengak hukum Indonesia yang semakin kalap untuk meringkusnya.

Pada tahun 2013 disinyalir keberadaan Eddy Tansil diketahui berada di China.

Kejaksaan lantas mencoba mengekstradisi Tansil ke Indonesia.

Namun selama 6 tahun belum ada kejelasan mengenai ekstradisi ini sampai detik ini!.

25 tahun, atau sudah seperempat abad lamanya jadi buron, harapan rakyat Indonesia tentu koruptor itu segera dipulangkan ke tanah air untuk menjalani proses hukum sesuai UU yang berlaku.

(*)

Berita lain tentang TRIBUN WIKI

Baca berita terbaru lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved