Breaking News:

HUMAN INTEREST

Arianto Tetap Bersyukur Meski Omset Usaha Ikan Salai Tergerus Covid-19

Arianto terlihat sibuk memanggang deretan ikan salai. Usaha warga Natuna Provinsi Kepulauan Riau itu harus bertahan di tengah gempuran Covid-19.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM/MUHAMMAD ILHAM
Arianto pelaku usaha ikan salai di Jalan LKR, Pulau Natuna, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Sabtu (8/5/2021) 

"Kalau dulu dalam sehari, produksi ikan salai bisa sampai 50 Kilogram dan semuanya habis terjual, sedangkan sekarang produksi sekitar 20 Kilogram saja susah habisnya bang," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id di kediamannya, Jalan LKR, Pulau Natuna, Kelurahan Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Sabtu (8/5/2021) sore.

Penghasilan Arianto saat ini dalam sehari mencapai Rp 100 ribu, jika sebelum Covid-19 ia mengaku penghasilannya mencapai Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu.

"Meskipun hanya Rp 100 ribu, tapi Alhamdulillah bang saya masih ada penghasilan, mungkin di luar sana tentu banyak orang yang lebih susah dari pada saya," imbuhnya.

Lanjut Arianto menjelaskan, turunnya penghasilan diakibatkan kurangnya pembeli.

"Sebelum PSBB (pembatasan sosial berskala besar-red) yang pertama itu kan banyak orang yang datang ke Ranai (Natuna) ini bang, biasanya pejabat dari provinsi ataupun dari pusat, selain itu wisatawan juga banyak, nah mereka itu yang banyak beli ikan salai kita," ujarnya.

Terlihat ikan salai miliki Arianto merupakan hasil olahan dari ikan tongkol yang dibelah dua.

Menurutnya ikan yang sudah dibelah dua itu kemudian dibersihkan, lalu diberikan bumbu seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, garam dan penyedap rasa.

"Setelah dikasi bumbu baru kita asapin atau disalai selama 2 sampai 4 jam," sebutnya.

Ikan salai itu terdiri dari dua jenis yang dilihat dari kematangannya. Menurut Arianto ikan yang sudah disalai selama 2 jam sudah bisa dimakan namun teksturnya belum begitu kering, untuk tekstur yang kering harus disalai selama 4 jam.

Dengan penghasilannya Rp 100 ribu per hari ia mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved