Breaking News:

PEMBUNUHAN DI BATAM

Warga Binaan Rutan Batam Dikeroyok Hingga Tewas, Ini Kronologi dari Polsek Sagulung

Polsek Sagulung menetapkan tiga warga binaan Rutan Batam sebagai tersangka kasus pengeroyokan Siprianus Apiatus Bin Philipus hingga tewas.

Penulis: Pertanian Sitanggang
Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
Warga Binaan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, Siprianus Apiatus Bin Philipus (27) saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah. Penyidik Polsek Sagulung mengungkap kronologi tewasnya warga binaan itu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kronologi seorang Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, Siprianus Apiatus Bin Philipus meninggal dunia akhirnya terungkap.

Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf melalui Kanit Reskrim Iptu Muharka mengungkap, semua bermula ketika Kepala Kamar sekaligus pelaku utama yang juga warga binaan Muhammad Yandi meminta korban untuk mengipasnya, Jumat (9/4/2021).

Ini dimintanya karena kondisi kamar di blok C nomor 8 tempat mereka mendekam penuh dan panas.

Korban yang mengalami sakit pada bagian kaki, akhirntya duduk sambil mengipas Muhammad Yandi.

Saat korban duduk pelaku langsung meminta korban untuk kembali berdiri.

Yandi yang tidak terima dengan korban yang menolak permintaannya langsung menampar dan berdiri sambil memukul ulu hati korban dengan lututnya.

Warga Binaan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, Siprianus Apiatus Bin Philipus (27) saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah. Penyidik Polsek Sagulung menetapkan 3 warga binaan atas tewasnya warga binaan ini.
Warga Binaan Rutan Kelas IIA Barelang Batam, Siprianus Apiatus Bin Philipus (27) saat menjalani perawatan di RSUD Embung Fatimah. Penyidik Polsek Sagulung menetapkan 3 warga binaan atas tewasnya warga binaan ini. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Setelah memukul ulu hati pakai lutut, warga binaan lainnya yakni Rinaldo Putra, menendang korban dari belakang.

Selanjutnya korban lemas dan hampir terjatuh.

"Saat korban hendak terjatuh, pelaku lainnya yakni Adi Saputra als Adi, bukannya menolong tetapi malah memukul korban," ungkapnya, Senin (10/5/2021).

Korban merasa sesak dan terus mengeluhkan sakit setelah aksi pengeroyokan itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved