Minggu, 26 April 2026

Delapan Nelayan Karimun Bebas Dari Tawanan Malaysia, Terharu Bisa Ikut Lebaran

Delapan nelayan Karimun yang sempat ditawan pihak Malaysia akhirnya dibebaskan lewat komunikasi yang baik antara Indonesia dan Malaysia

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Delapan nelayan Tanjung Balai Karimun akhirnya dibebaskan dari tawanan militer Malaysia berkat komunikasi pemerintah lewat Bakamla RI dengan pihak Malaysia 

Bakamla RI Jemput Nelayan Indonesia di Perairan Malaysia

Sebelumnya diberitakan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI pada Selasa (11/5/2021) menjemput delapan nelayan Indonesia beserta kapalnya di perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia.

Penjemputan delapan nelayan tersebut menggunakan KN Dana-323.

Delapan nelayan Indonesia tersebut sebelumnya ditangkap Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) saat mencari ikan masuk perairan Malaysia.

Mereka di antaranya Muhammad Daud, Erizal, Endi, Arifin, Acuk Rasyid, Junaidi, Irwanto dan Nafrizal.

Kasus serupa sebelumnya juga ditangani Bakamla RI pada minggu ketiga April 2021.

Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo mengatakan bahwa dengan mengedepankan kerja sama dan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia dan koordinasi yang baik antara Bakamla RI dan APMM.

Nelayan Indonesia setelah dijemput Bakamla RI dari perairan Malaysia, Selasa (11/5/2021).
Nelayan Indonesia setelah dijemput Bakamla RI dari perairan Malaysia, Selasa (11/5/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Dari sana disepakati bahwa kapal ikan dengan nama lambung KM Pesona Mandiri 3 beserta 8 ABK dapat dibebaskan dari segala tuntutan.

Wahyu mengatakan proses penjemputan dimulai pukul 12.00 WIB, saat KN Pulau Dana-323 yang dipimpin Letkol Bakamla Hananto Widhi bertolak dari Pelabuhan Batu Ampar menuju titik Rendezvous (RV) pukul 01.00 waktu setempat di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah selatan dari Tanjung Setapa Malaysia pada koordinat 1° 17,63’N – 104° 7,5’E.

Tepat Pukul 13.45 waktu setempat, KN Pulau Dana-323 tiba di titik temu di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia sebelah Selatan Tanjung Setapa Malaysia.

Tidak menunggu lama, kapal Maritim Malaysia Petir-1211 tiba dan proses serah terima langsung dilaksanakan di atas KN Pulau Dana-323.

Dengan prosesi penandatangan berkas serah terima nelayan yang ditandatangani oleh Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd Sulhan B Zainon dan Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Barat Kolonel Bakamla Djoko Wahyu Utomo disaksikan oleh perwakilan dari PSDKP Batam Zulfirman dan Robiyatno.

Perwakilan Imigrasi Batam Dani Wiharya, perwakilan dari Dinas Perikanan Batam Teguh MS dan Witono.

Baca juga: Kapal Bakamla RI Jemput Nelayan Batam di Perbatasan Malaysia, Tangis Keluarga Pecah

Baca juga: FOTO Detik-detik Bakamla Pepet Kapal Ikan Asing Vietnam di Laut Natuna, Lari Ditembak Peringatan

Proses pemindahan nelayan Indonesia di perairan Malaysia, Selasa (11/5/2021).
Proses pemindahan nelayan Indonesia di perairan Malaysia, Selasa (11/5/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

"Besar harapan kedepan kerja sama Bakamla RI dan APMM menjadi lebih erat," ujarnya.

Sementara itu Pengarah Zon Maritim Kepten (M) Mohd Sulhan mengatakan, ini bukan kali pertama paling tidak kita punya kerja sama yang sudah terjalin lama, sering ada permasalahan di perbatasan dapat saling toleransi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved