Sabtu, 11 April 2026

PMI PULANG KE INDONESIA

Gubernur Ansar Ahmad Minta Pusat Kurangi Beban Kepri Terkait Kepulangan PMI

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut Kepri menjadi pintu utama kepulangan PMI ke Indonesia. Ia minta pusat agar ada pintu lain yang dibuka terkait PMI

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Gubernur Ansar Ahmad Minta Pusat Kurangi Beban Kepri Terkait Kepulangan PMI. Foto Gubernur Kepri Ansar Ahmad 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kepri saat ini masih menjadi pintu utama kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Warga Negara Indonesia (WNI) Migran Korban Perdagangan Orang (MKPO) ke Indonesia.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, dari informasi yang didapatnya pada Juni mendatang akan masuk lagi 7 ribuan PMI dideportasi lewat Kepri.

"Kami dapat informasi pada Juni nanti, semua tahanan imigrasi di Malaysia akan dikosongkan. Diperkirakan ada 7 ribuan yang akan masuk lagi melalui pintu Kepri," ujar Ansar seusai melihat kepulangan PMI di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (11/5/2021).

Artinya, Ansar menilai hal itu akan menjadi beban berat bagi Kepri. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19. Dalam beberapa kali rapat bersama Pemerintah pusat, Ansar meminta ada pintu lain yang dibuka untuk kepulangan PMI.

"Bisa melalui Dumai, Tanjungbalai Asahan, Siloko di Sulbar, dan mungkin pintu lainnya. Supaya mengurangi beban berat kita. Soalnya Kepri ini jadi pintu masuk utama," ujarnya.

Baca juga: Kronologi 1 PMI Tujuan Singapura Ditangkap Polisi di Pelabuhan Harbour Bay Batam

Baca juga: 145 PMI Tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Berikut Rinciannya

Sementara itu terkait antisipasi kemulangan PMI yang tidak memiliki dokumen, Ansar mengatakan hal itu sudah pernah disampaikan Mendagri Tito Karnavian sebelumnya.

"Sebaiknya Komjen kita bisa komunikasikan dengan pemerintah pusat, agar digunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Supaya para PMI masuk ke Indonesia lewat jalur resmi," jawabnya.

Lebih lanjut, Ansar juga meminta bantuan kepada TNI-POLRI khususnya wilayah perairan untuk selalu melakukan razia dan patroli laut.
Hal ini untuk mengantisipasi pihak tak bertanggungjawab yang memulangkan PMI dengan jalur tak resmi.

"Untuk antisipasi jangan sampai ada masuk lewat pelabuhan tikus. Kita meminta bantuan TNI-Polri agar menjaga. Jadi tidak ada yang datang atau masuk ke Kepri melalui jalur pelabuhan tikus," sebutnya.

145 PMI Masuk Tanjungpinang

Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) RI, Benny Rhamdani meminta masyarakat tidak memberi stigma negatif kepada PMI.

Menurutnya, Pekerja Migran Indonesia atau WNI Migran Korban Perdagangan Orang (MKPO) ini merupakan anak-anak bangsa yang juga memberi kontribusi besar bagi devisa Negara.

Saat melihat langsung kedatangan 145 PMI dan WNI MKPO di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Benny menyebut jika PMI memberi kontribusi bagi devisa Negara hingga Rp159,6 Triliun selama setahun.

Pelaksana teknis Rumah Perlindungan Trauma Center (RPCT) di Senggarang, Piter Mata Kena sebelumnya merinci, setidaknya ada 145 PMI dan WNI Migran Korban Perdagangan Orang yang pulang ke Indonesia lewat pelabuhan domestik Tanjungpinang.

Rinciannya, 91 laki-laki dan 53 perempuan.

PEKERJA MIGRAN INDONESIA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) RI, Benny Rhamdani didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melihat langsung proses kedatangan PMI di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Selasa (11/5/2021).
PEKERJA MIGRAN INDONESIA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) RI, Benny Rhamdani didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melihat langsung proses kedatangan PMI di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Selasa (11/5/2021). (TribunBatam.id/Endra Kaputra)
Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved