Breaking News:

Biodata Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah, Pimpinan Hamas yang Lahir di Palestina

Mengenal sosok pimpinan Hamas sekarang yaitu Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah, lahir di Gaza, Palestina.

Editor: Mona Andriani
Kolase Wartakotalive.com/Wikipedia
Ini profil Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah, Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina yang merupakan Pimpinan Hamas. 

Hamas menyatakan tak takut perang. Hamas meluncurkan 800 roket ke sejumlah kota di Israel.

Militer Israel mengklaim dari 800 serangan roket, 200 roket berhasil dihancurkan sistem pertahanan udara Iron Dome, 150 roket mengenai bangunan atau properti milik Israel.

Hingga Rabu pagi, 12 Mei 2021, militer Israel sudah melakukan 500 serangan udara terhadap Jalur Gaza.

Korban di pihak Israel hingga Rabu pagi adalah 6 warga Israel tewas di Ashkelon, Lod dan Tel Aviv.

Sedangkan otoritas kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya 35 warga Palestina - termasuk 10 anak-anak - tewas dalam serangan udara Israel di Jalur itu sejak Senin malam.

Brigade Izzadin al-Qassam, sayap militer Hamas, mengaku bertanggung jawab atas serangan roket Rabu pagi, lebih 100 roket ditembakkan ke Tel Aviv, dan 100 roket ditembakkan ke Bersyeba.

Baca juga: Marah Dengan Sikap Israel, Menlu Arab Saudi, Mesir dan Kuwait Serukan Gencatan Senjata di Palestina

Brigade Izzadin al-Qassam mengklaim sudah menembakkan 1.000 roket ke Israel sejak Senin, 10 Mei 2021.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan Israel telah "menyalakan api di Yerusalem dan Al-Aqsa dan api meluas ke Gaza, oleh karena itu, itu bertanggung jawab atas konsekuensinya."

Haniyeh memberi pesan kepada Israel, "Jika mereka ingin (perang) meningkat, perlawanan sudah siap, jika mereka ingin berhenti, kami sudah siap."

Korban tewas di pihak Israel diklaim sudah enam orang, dua dari Tel Aviv, dua dari Lod dan dua di Ashkelon.

Rabu malam, roket Hamas menghantam bus di Holon, tepat di selatan Tel Aviv.

Sekitar 18 orang terluka, termasuk pengemudi bus yang terluka parah.

Tiga orang lainnya luka sedang, termasuk seorang anak berusia lima tahun.

Iron Dome diaktifkan Rabu pagi di kota Dimona, lokasi reaktor nuklir rahasia Israel.

Baca juga: Sosok Ahed Tamimi, Gadis Palestina Berani Tampar Dua Tentara Israel, Dipuji Dunia

Roket-roket dicegat hingga meledak di tengah kota.

Akibatnya aktivitas sekolah di Dimona dihentikan untuk mencegah korban.

Hamas mengujani kota-kota Israel dengan serangan roket setelah Israel menghancurkan bangunan berlantai 13 yang disebut sebut sebagai pusat operasi Hamas.

Diperkirakan Israel akan melakukan serangan darat ke Jalur Gaza, mengulang perang tujuh minggu pada 2014.

Dalam peranga tujuh minggu 2014, lebih dari 2.100 warga Gaza tewas dan 73 warga Israel.

Ribuan rumah di Gaza dihancurkan.

Roket yang ditembakkan ke Tel Aviv memicu sirene di wilayah Herziliya, Ra'anana dan Sharon.

Serangan itu terjadi setelah Israel mengebom sebuah gedung 13 lantai di Gaza.

Baca juga: Jokowi Telepon Presiden Turki Erdogan soal Konflik Israel-Palestina, Ini yang Dibicarakan

Sumber Roket Hamas

Dari mana sumber roket Hamas yang menghantui kota-kota Israel?

Dahulu kala, kelompok Palestina menerima roket dan material langsung dari Iran atau sekutu asing lainnya yang diselundupkan melalui laut atau melintasi perbatasan Sinai-Gaza.

Namun, selama beberapa tahun sekarang, Hamas menggunakan pengalaman bertahun-tahun dengan roket Iran dan lainnya untuk mengembangkan versi mereka sendiri.

Sebagian besar roket di gudang senjata kelompok Gaza telah ada sejak Operation Protective Edge pada 2014.

Meski pertama kali terungkap pada 2019, diperkirakan roket jarak pendek milik Hamas telah ada sejak 2001.

Baca juga: Ratakan Gaza dengan Serangan Membabibuta, Israel Pakai Senjata Ini Gempur Palestina

Perkiraan intelijen Israel - berdasarkan potongan roket yang sebelumnya ditembakkan ke Israel atau roket yang ditangkap oleh militer Israeldi laut dalam perjalanan mereka ke Gaza - bahwa Hamas memiliki lusinan roket dengan jangkauan 100-160 km, yang dapat menjangkau sebagian besar wilayah Israel bahkan bisa menjangkau Haifa yang lebih jauh di utara.

Roket ini termasuk R-160, M-302D dan M302-B. PIJ (Palestine Islamic Jihad) mungkin jug amemiliki sejumlah kecil roket Buraq-100, yang memiliki jangkauan lebih dari 100 km.

Hamas mungkin juga memiliki ratusan roket dengan jangkauan 70-80 km, yang akan memiliki jangkauan untuk mencapai tiga target kritis: Tel Aviv dan kota-kota dalam koridornya, Bandara Ben-Gurion dan Yerusalem.

Ini termasuk J-80, M-75, Fajr-5 dan M-75 generasi kedua.

Hamas menggunakan roket baru dalam serangannya terhadap Yerusalem pada hari Senin yang disebut A-120 dan dinamai untuk seorang komandan yang dibunuh oleh Isrel selama Perang Gaza tahun 2014.

Roket A-120 dikatakan memiliki jangkauan sekitar 120 kilometer dan terlihat dalam rekaman yang dibagikan oleh Hamas dalam video beberapa waktu lalu.

Tujuh roket ditembakkan ke arah Yerusalem pada hari Senin, satunya menghantam sebuah rumah di pinggiran kota terdekat, menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada yang terluka.

Baca juga: Sosok Triyanto, Rela Jual Rumah Pribadinya untuk Didonasikan Rakyat Palestina

Roket ini sangat mirip dengan R-160 yang dibanggakan Hamas sebagai roket jarak jauh buatan dalam negeri, pertama kali ditembakkan dalam perang 2014, pada satu titik menghantam utara hingga dekat Haifa.

Huruf "R" mengacu pada mantan komandan tertinggi Hamas, Abdel-Aziz Rantisi, yang tewas dalam serangan leh Israel pada tahun 2004.

A-120 dikatakan dinamai untuk Ra'ed Al-Attar, yang merupakan komandan Brigade Rafah Hamas di Gaza selatan.

Laporan Kongres mengklaim bahwa Attar mengizinkan penembakan roket gaya Grad pada Agustus 2010 dari Semenanjung Sinai ke Eilat dan Aqaba, Yordania.

Israel mengklaim bahwa Attar juga bertanggung jawab atas pembunuhan dan penculikan tentara Israel Letnan Hadar Goldin selama Operasi Pelindung Tepi pada tahun 2014.

Pada tahun 1994, Attar terlibat dalam penembakan yang menewaskan seorang tentara Israel di sepanjang perbatasan Mesir.

Pada tahun 2002, ia merencanakan serangan mematikan di sebuah pos militer Israel dekat Kerem Shalom di mana empat tentara Israel dari unit patroli gurun Badui.

Baca juga: Demi Bantu Palestina, Warga Banyuwangi Ini Jual Rumah Mewahnya Seharga Rp750 Juta

Senin, 10 Mei 2021, Israel membunuh dua komandan Jihad Islam yang bertanggung jawab atas serangan roket dari Gaza, Samah Abed al-Mamlouk dan Hassan Abu al-Atta.

Militer Israel dan Shin Bet (Badan Keamanan Israel) mengatakan Samah Abed al-Mamlouk tewas saat tempat persembunyiannya dibombardir Israel.

Samah Abed al-Mamlouk, wakil komandan Brigade Gaza Jihad Islam, juga tewas saat Israel serang apartemen di sebuah gedung berlantai delapan di lingkungan Rimal Gaza.

Samah Abed al-Mamlouk adalah saudara laki-laki Baha abu Al-Ata yang dibunuh Israel tahun 2019.

(Wartakotalive.com/CC/TribunTimur.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Kota Israel Hancur Dihantam Roket Hamas, Ismail Haniyeh Kirim Pesan Siap Perang"

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Profil Ismail Abdul Salam Ahmad Haniyyah, Pimpinan Hamas Kelahiran Palestina Ini Siap Perangi Israel

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved