Breaking News:

LINGGA TERKINI

Pesta Pernikahan Diminta Ditunda, Hasil Rapat Bupati Lingga Bersama Satgas Covid

Hasil rapat Bupati Lingga dan wakil dengan satgas covid memutuskan di antaranya aturan terkait akad nikah dan pesta pernikahan untuk cegah keramaian

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Foto Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy menggelar rapat bersama Tim Satgas Covid di Gedung Daerah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (17/5/2021) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Kasus corona yang terus melonjak di Lingga, membuat Pemerintah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri membuat kebijakan penanganan khusus.

Hal ini untuk mengurangi angka kasus Covid-19 yang terus menaik.

Melalui rapat Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy bersama Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lingga di Gedung Daerah Dabo Singkep, diputuskan berbagai kebijakan untuk mengurangi keramaian.

Salah satunya, yakni aturan tentang kegiatan akad nikah dan acara pernikahan.

Nizar mengatakan, berdasarkan keputusan bersama dalam hasil rapat, untuk acara pesta pernikahan ditunda sampai kondisi normal.

Baca juga: Ikuti Instruksi Bupati Lingga, Desa Tinjul Perketat Pintu Masuk Desa Tekan Covid

Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Bupati Lingga Muhammad Nizar Minta Tempat Wisata Ditutup

"Kita tidak melarang acara pernikahan, tapi menundanya. Nanti akan dikoordinasikan sama pihak camat masing-masing wilayah," kata Nizar, Senin (17/5/2021).

Nizar melanjutkan, penundaan pesta pernikahan tersebut berlaku untuk semua Kecamatan di Lingga.

“Jadi tidak hanya di zona merah dan kuning saja, melainkan ini berlaku untuk semua Kecamatan di Kabupaten Lingga,” ucapnya.

Menurut Nizar, untuk acara kumpul-kumpul tersebut tidak cukup hanya mengecek suhu tubuh saja, melainkan harus di rapid antigen. Langkah ini harus diambil untuk meminimalisir keramaian.

“Maka kita tunggu sampai satu sampai dua minggu jangan ada acara kumpul-kumpul. Sebab di Batam itu ada klaster pernikahan, maka kita jangan sampai ada klaster baru,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Lingga ini melanjutkan, untuk kegiatan akad nikah masih diperbolehkan, dengan ketentuan kapasitas tamu harus 50 persen dari kapasitas ruangan.

"Kalau ruangannya muat 20 orang, maka dikurangi 50 persen jadi 10 orang," jelasnya.

Nizar melanjutkan, selain itu untuk rumah makan, cafe, maupun warung kopi, berlaku pembatasan jam operasional hingga pukul 22.00 WIB.

"Itu juga harus mengurangi jumlah kursi 50 persen dari biasanya. 1 meja hanya 2 kursi dikasih jarak" jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved