BERITA MALAYSIA
Covid-19 Malaysia Meledak, PM Muhyiddin: Tak Apa Mereka Panggil Saya Perdana Menteri Bodoh
Pemerintah Malaysia kewalahan mengatasi ledakan angka Covid-19. PM Muhyiddin tidak mempermasalahkan saat dikritik
Muhyiddin Yassin mengakui penguncian penuh memang menjamin keselamatan banyak orang, tapi resikonya terhadap perekonomian sangat besar dan butuh biaya sangat besar untuk memulihkannya.
"Penguncian penuh COVID-19 dengan semua sektor ditutup seperti yang diberlakukan tahun lalu akan menjamin keselamatan orang, tetapi ada risiko ekonomi bisa runtuh," kata Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin seperti dikutip dari channel news asia.
Tagar perlawanan
Video lima petugas medis berbaju pelindung putih berjuang menyadarkan pasien Covid-19 di pusat karantina di tepi ibu kota Malaysia menjadi viral minggu lalu.
Pada Selasa (25/5/2021) Reuters melaporkan, perjuangan yang berakhir dengan kegagalan itu menimbulkan kemarahan di masyarakat “Negeri Jiran.”
Banyak yang melihat tekanan pada sistem kesehatannya di tengah lonjakan kasus Covid-19 itu, sebagai akibat dari penanganan pandemi pemerintah yang salah langkah.
Selama berminggu-minggu tagar yang ramai di Twitter itu digunakan oleh orang Malaysia untuk menyuarakan kemarahan mereka.
"Kapal (negara) kami tenggelam. Kapten (pemerintah) tidak dapat dihubungi," komentar salah satu pengguna Twitter pada video akhir pekan lalu yang menggunakan tagar #KerajaanGagal, atau 'pemerintahan yang gagal.'
“Pada saat ini, cukup banyak yang malu menjadi orang Malaysia dengan pemerintahan seperti ini yang terus menerus gagal sampai kita dibandingkan dengan tetangga.” Tulis akun Gurmesh.
Akun Mahathir Mahzan berkicau “Kami membutuhkan tindakan yang berani, PM (Perdana Menteri) masa perang dan kabinet masa perang yang ramping dan efektif. Sayangnya kami memiliki kabinet yang bengkak dan sangat tidak kompeten.” #KekaisaranGagal
Meskipun keadaan darurat diberlakukan pada Januari, pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin terlihat masih berjuang untuk mengendalikan infeksi. Hal ini memicu kemarahan publik.
Kementerian kesehatan dan kantor Muhyiddin tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Lonjakan tertinggi
Data terbaru menunjukkan Covid-19 Malaysia melonjak 7.478 kasus baru virus corona Rabu (26/5/2021).
Lonjakan kasus baru ini merupakan kenaikan tertinggi setiap hari dalam infeksi sejak dimulainya pandemi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pm-malaysia-muhyiddin-yassin-bicara-soal-alasan-tidak-berlakukan-full-lockdown-di-malaysia.jpg)