Breaking News:

BERITA MALAYSIA

Covid-19 Malaysia Meledak, PM Muhyiddin: Tak Apa Mereka Panggil Saya Perdana Menteri Bodoh

Pemerintah Malaysia kewalahan mengatasi ledakan angka Covid-19. PM Muhyiddin tidak mempermasalahkan saat dikritik

AFP
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bicara soal alasan tidak memberlakukan full lockdown di Malaysia 

MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Malaysia kewalahan mengatasi ledakan angka Covid-19.

Data terbaru menunjukkan Covid-19 Malaysia melonjak 7.478 kasus baru virus corona Rabu (26/5/2021).  

Warga Malaysia pun mulai gerah dan melampiaskan amarah melalui tagar #KekaisaranGagal.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyadari beratnya mengatasi lonjakan kasus corona.

Ia siap menerima  kritik selama masyarakat ikut berperan dalam menekan laju Covid-19.

"Mereka bisa memanggil saya 'perdana menteri bodoh', tidak apa-apa," katanya dalam wawancara yang disiarkan televisi seperti dikuti Reuter.

"Saya tahu betapa sulitnya mengelola, tapi ini tanggung jawab bersama kami," tambahnya.

Pihak berwenang telah dikritik karena tidak memberlakukan pembatasan yang lebih ketat atau mengambil tindakan yang lebih keras terhadap pelanggar. 

Baca juga: PM Muhyiddin Yassin Ungkap Alasan Tak Lakukan Full Lockdown di Malaysia: Ekonomi Bisa Runtuh

Kampanye vaksinasi yang dimulai pada Februari telah memicu tuduhan bahwa beberapa penerima mendapat dosis yang lebih rendah dari yang dibutuhkan.

Pakar kesehatan mengatakan kematian Abdul Malik adalah tanda sistem kewalahan dan menyerukan tindakan yang lebih kuat.

Pihak berwenang memperketat pembatasan selama akhir pekan tetapi menghentikan penutupan penuh, dengan mengatakan beberapa industri perlu tetap buka.

“Banyak yang khawatir bahwa penutupan yang ketat akan merusak perekonomian,” kata Adeeba Kamarulzaman, spesialis penyakit menular di Universitas Malaya.

"Tapi dampaknya akan lebih buruk, atau berlangsung lebih lama, jika kita melanjutkan dengan tindakan setengah hati."

Pemerintah tidak memberlakukan full lockdown atau penguncian penuh seperti yang pernah mereka lakukan pada Maret hingga Mei 2020 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved