BERITA MALAYSIA
Covid-19 Malaysia Meledak, PM Muhyiddin: Tak Apa Mereka Panggil Saya Perdana Menteri Bodoh
Pemerintah Malaysia kewalahan mengatasi ledakan angka Covid-19. PM Muhyiddin tidak mempermasalahkan saat dikritik
Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah memperingatkan kemungkinan ledakan corona di Malaysia masih terjadi dalam dua minggu ke depan.
Dia mengatakan masyarakat Malaysia harus bersiap menghadapi yang terburuk menyusul lonjakan kasus baru yang terus menerus.
"Meningkatnya kasus dimulai pada 1 April dan bisa memicu lonjakan vertikal. Kami perlu bersiap untuk yang terburuk. Tolong bantu kami dengan tetap di rumah. Hanya bersama-sama kami bisa memutus rantai infeksi," katanya dalam sebuah posting Twitter kemarin.
Dr Noor Hisham menyarankan masyarakat untuk tinggal di rumah dan mematuhi secara ketat prosedur operasi standar jika terjadi keadaan darurat atau kehadiran di tempat kerja.
Kementerian Kesehatan telah menemukan 12 kasus baru varian B1351 dari Afrika Selatan di Kedah, Perlis, Selangor, dan Johor.
Itu juga telah mendeteksi kasus baru yang melibatkan varian B1617 dari India di Labuan.
Presiden Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia Zainal Ariffin Omar mengatakan 7.289 kasus baru yang dilaporkan pada hari Selasa tidak mencerminkan jumlah sebenarnya infeksi di masyarakat yang pada kenyataannya bisa lebih banyak.
"Ini karena orang yang asimtomatik biasanya tidak menjalani tes," katanya.
"Hal terbaik yang harus dilakukan rakyat (rakyat) sekarang adalah melupakan segalanya dan hanya melakukan penguncian diri."
Reuters melaporkan, pasien dalam klip video bernama Abdul Malik Daim (43 tahun), meninggal di samping tempat tidur susunnya, di fasilitas karantina pada Sabtu (22/5/2021).
Pasien Covid-19 itu diketahui telah menjalani perawatan selama tiga hari, setelah dia dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.
“Meski batuk terus-menerus, pemeriksaan awal mendiagnosisnya sebagai penderita obesitas dengan tekanan darah tinggi. Abdul Malik dipandang sebagai pasien berisiko rendah karena tidak ada gejala lain,” kata saudaranya, Abdul Rahim Daim.
"Mungkin mereka harus menjalani pemeriksaan lagi atau menyuruh pasien untuk saling waspada, sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan tepat waktu," katanya kepada Reuters.
Malaysia telah melaporkan lebih sedikit kasus daripada negara tetangga Indonesia dan Filipina.
Tetapi rasio infeksi, lebih dari 16.000 per satu juta, adalah yang tertinggi di Asia Tenggara, menurut data dari Pusat Studi Strategis dan Internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pm-malaysia-muhyiddin-yassin-bicara-soal-alasan-tidak-berlakukan-full-lockdown-di-malaysia.jpg)