Breaking News:

Pemerintah Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara Masjid, Ini Alasannya

Pemerintah Arab Saudi resmi mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan pengeras suara masjid.

Editor: Danang Setiawan
AFP
Pemerintah Arab Saudi resmi mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan pengeras suara masjid. 

RIYADH, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Arab Saudi resmi mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan pengeras suara masjid.

Surat edaran tersebut ditandatangani Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Sheikh Abullatif bin Abdulaziz al-Sheikh terbit pada Senin (24/5/2021) waktu setempat.

Surat edaran itu juga berisi kewajiban agar volume pengeras suara tidak melebihi sepertiga volume maksimal.

Menteri Sheikh Abullatif mengatakan, pihaknya akan memberi sanksi pada orang yang melanggar aturan itu.

Langkah ini muncul karena kekhawatiran seruan dari pengeras suara masjid dapat mengganggu orang sakit, warga lansia, dan anak-anak yang tinggal di rumah sekitarnya.

Menurut Syariat Islam, tidak perlu suara imam terdengar ke rumah-rumah di luar masjid.

Ilustrasi toa atau pengeras suara
Ilustrasi toa atau pengeras suara (Shutterstock)

Selain itu, ada kekhawatiran pengeras suara eksternal ini menimbulkan penghinaan terhadap Al-Qur'an.

Penghinaan itu dapat terjadi saat Al-Qur'an dibacakan dengan pengeras suara eksternal, tetapi tidak ada orang yang mendengarkan dan merenungkan ayat-ayatnya.

Surat edaran tersebut juga berdasarkan Syariat Islam, utamanya hadis Nabi Muhammad bahwa saat menjalankan shalat, jemaah berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

"Sesungguhnya! Anda masing-masing memanggil Tuhan dengan tenang. Yang satu tidak boleh mengganggu yang lain dan yang satu tidak harus meninggikan suara dalam bacaan shalat atau dalam doa di atas suara yang lain," begitu bunyi hadis Nabi Muhammad, dikutip dari Gulf News.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved