Rabu, 15 April 2026

BATAM TERKINI

WALIKOTA Ungkap Penyebab Lambatnya Vaksin Covid-19 di Batam 

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyebab lambatnya proses vaksinasi di Batam sehingga hasil pencapaiannya tergolong rendah.

Tribunbatam.id/ Istimewa (Humas Pemko Batam)
Foto kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kepri Mall, Batam, Sabtu (22/5/2021) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyebab lambatnya proses vaksinasi di Batam sehingga hasil pencapaiannya tergolong rendah.

Oleh sebab itu Rudi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau mengirimkan jatah vaksin bagi masyarakat Kota Batam.

"Kenapa capaian nya masih rendah, karena memang tidak diberikan," ujar Rudi, Jumat (28/5/2021).

Salah satu kendala capaian vaksin masih rendah dikarenakan jumlah vaksin yang datang belum mencukupi untuk semua warga yang bisa divaksin.

Menurut Rudi selama ini mengenai pemberian jatah vaksin bagi masyarakat Kota Batam, Pemprov Kepri selalu mengirimkan jatah berdasarkan klasifikasi warga.

"Kita sudah minta berulang kali. Kirimkan vaksin ke Batam akan langsung dihabiskan dan jangan dikirim berdasarkan klasifikasi," katanya.

Pasalnya, saat ini, Pemko Batam sudah memiliki tenaga vaksinator yang cukup dalam pemberian vaksin terhadap masyarakat.

"Kalau sekarang dikirim 30 ribu dosis, seminggu akan habis. Vaksinator kita berlebih, lihat sekarang pada libur semua," paparnya.

Sebelumnya Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memberikan perhatian khusus mengenai realisasi vaksinasi masyarakat paska kunjungan Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Baca juga: TAK Tahu Kapan Covid-19 Berakhir, DPRD Batam Usulkan Rancangan Pembangunan untuk New Normal

Ansar menyebutkan bahwa hingga saat ini capaian atau realisasi vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam, baru mencapai angka 11 persen.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menuturkan bahwa capaian 11 persen yang disebutkan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dikarenakan para Tenaga Kerja (Naker) di Kota Batam yang belum mendapat jatah vaksin.

Berdasarkan data penduduk Batam yang berjumlah 1,2 juta warga, Amsakar menyebutkan bahwa 400 ribu lebih merupakan kaum pekerja di berbagai kawasan industri yang tersebar.

"Kalau melihat angka ini, karena nakernya belum. Terutama pekerja yang tinggal di pemukiman tertentu," jelasnya.

Amsakar melanjutkan bahwa dari capaian tersebut, Pemko Batam sebenarnya telah berhasil mencapai angka 90 persen bagi kategori lain seperti Tenaga Pelayanan Publik.

Untuk itu, Amsakar bahkan mendesak agar Pemerintah Provinsi saat ini dapat membantu Pemko Batam guna mendesak Pemerintah Pusat dalam memberikan jatah vaksin bagi kaum pekerja.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved