Senin, 4 Mei 2026

Polisi Sebut Teroris JAD Pelaku Bom Gereja Katedral Meluas di Seluruh Indonesia

Kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang menjadi pelaku peledakan bom gereja Katedral Makassar melebar ke sejumlah daerah di Indone

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Kompas.com
Tim Densus 88 Antiteror Polri menggeledah rumah L, terduga pelaku bom Gereja Katedral Makassar di Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Makassar. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Polisi terus mendalami kasus Bom di Gereja Katedral. 

Diketahui, jaringan teroris tersebut sudah tersebar diseluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan petugas kepolisian dari hasil pemeriksaan sejauh ini.

Setidaknya 11 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Baca juga: RSKI Galang Kini Rawat 95 Pasien Covid-19, 14 Orang Dipulangkan Kamis 3 Juni 2021

Baca juga: Begini Cara Mengetahui WhatsApp Disadap Orang Atau Tidak

Baca juga: Meisya Nangis Karena Disebut Mirip Ayahnya, Kiwil Ngaku Tak Percaya: Bukan Bahasa Anak Saya

Kelompok teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang menjadi pelaku peledakan bom gereja Katedral Makassar melebar ke sejumlah daerah di Indonesia.

Hal tersebut terungkap setelah Polri menangkap 11 orang terduga teroris JAD di Merauke, Papua.

Ternyata, pelaku masih satu kelompok dengan kelompok teroris di Makassar yang merupakan pelaku peledakan bom gereja Katedral Makassar.

"Kita ketahui bersama, ini merupakan satu jaringan JAD terus dikembangkan dari Makassar ternyata jaringannya melebar ke Kalimantan Timur. Kalimantan Timur disana ditangkap salah satu kelompok dari JAD. Dari Kaltim bergerak ke Papua Merauke. Di Merauke sampai saat ini yang ditangkap ada 11 orang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021).

Rusdi menuturkan para terduga teroris yang ditangkap di Merauke tidak terlibat langsung dalam perencanaan peledakan bom gereja Katedral Makassar.

Mereka hanya satu jaringan dan memiliki pemahaman dan ideologis yang sama.

"Yang jelas mereka sekali lagi sudah lama tinggal di Merauke dan mendapat pemahaman radikal seperti ini ketika mereka di Merauke. Mereka membangun kelompok-kelompok ini ketika mereka berada di Marauke," jelasnya

Rusdi memastikan para terduga teroris yang ditangkap di Merauke bukan orang asli Papua (OAP).

Mereka merupakan pendatang yang telah lama berdomisili di Merauke.

"Jadi memang bukan orang asli Papua, tetapi mereka sudah cukup lama tinggal di Papua, khususnya di Merauke. Sekarang pengembangan oleh Densus 88 dan sekarang yang menjadi tersangka disana itu 11 orang," katanya.

Rencanakan Penyerangan Rumah Ibadah Hingga Polres

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved