Breaking News:

BATAM TERKINI

KINI Laporkan Kedatangan Orang Asing di Batam Lebih Mudah, Bisa Diakses Lewat Android

Saat ini proses pelaporan orang asing yang masuk wilayah Indonesia termasuk Batam menjadi lebih mudah karena bisa diakses melalui Android.

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) berbasis QR Code Versi 2 berbasis Android, di Aula Kantor Imigrasi Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) berbasis QR Code Versi 2 berbasis Android, Jumat (11/6/2021) di Aula Kantor Imigrasi Batam.

APOA merupakan aplikasi online terbaru dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang berguna untuk membantu dan memudahkan proses pelaporan orang asing di wilayah Indonesia.

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari itu ditujukan kepada para pengusaha pengelola penginapan, hotel, resort, mess perusahaan, perhimpunan perkawinan campur, perhimpunan resort dan hotel seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi (Kabid Infokim) Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam, Tessa Harumdila.

"APOA ini tidak hanya dilakukan di Kota Batam saja, namun sosialisasi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia," ujar Tessa.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Umum Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Perseus Omega Rumsaur mengatakan, cara menggunakan aplikasi APOA Berbasis QR Code Versi 2 yang dapat diakses melalui hanphone android ini sangat mudah.

Bagi pemilik usaha penginapan yang mungkin baru pertama kali menggunakan aplikasi ini tentu harus melakukan pendaftaran melalui website apoa.imigrasi.go.id.

Setelah melaksanakan pengimputan data-data yang diperlukan dan setelah mendapatkan pasword, untuk penggunaan aplikasi tersebut mereka dapat melanjutkan dengan mengunduh atau memasang aplikasi melalui play strore.

“Selanjutnya, dapat melakukan registrasi dengan akun yang sudah didaftarkan sebelumnya melalui website dan langsung dapat mengoperasikan melalui via selular,” ucap Perseus Omega Rumsaur.

Dijelaskannya, untuk pelaporan kedatangan orang asing secara manual seperti sebelumnya tetap akan dilakukan seperti biasa.

Direktorat Jenderal Imigrasi hanya menggunakan aplikasi ini sebagai pendukung terhadap kewajiban pemilik atau pengelola tempat penginapan untuk melakukan pelaporan dan itu cukup menggunakan dengan aplikasi APOA.

Saat ini, untuk di Kota Batam sendiri kewajiban untuk melaporkan baru mencapai 60% persen. Karena memang, kewajiban untuk melapor masih banyak belum disadari oleh para pengusaha, terutama bagi pengusaha yang baru menempati profesi tersebut.

Banyaknya tempat usaha penginapan menjadi tantangan tersendiri bagi kantor Imigrasi Batam dalam melaksanakan pemantauan dan juga pengawasan terhadap orang asing.

“Contohnya seperti OYO dan Redorz . Itu menjadi tantangan tersendiri bagi kantor Imigrasi dalam memasang aplikasi APOA ataupun mengawasi keberadaan orang asing yang menginap di lokasi-lokasi tersebut,” paparnya.

Ssanksi yang diberikan bagi para pelaku usaha yang tidak melaporkan keberadaan orang asing telah tertera dalam Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Bahwa bagi pihak pengelola atau pemilik yang tidak melaporkan keberadaan orang asing dikenakan sanksi denda sebesar Rp 25 juta dan kurungan penjara selama 3 bulan.

“Kami dari Kantor Imigrasi Batam mengimbau agar para pelaku atau pun pemilik tempat usaha penginapan agar segera melaksanakan pelaporan tamu warga negara asing yang diberikan kesempatan untuk menginap. Sebab, ketika ada kewajiban tentunya disertai dengan sanksi,” imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Tessa Harumdila, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Batam, Nurkarima Kemalasari. ( TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved