HUMAN INTEREST
Curhat Manusia Silver saat Pandemi, Dasril Terpaksa Tinggalkan Usaha Bakso Bakar
Sebelum alih profesi menjadi manusia silver, Dasril sebelumnya berjualan bakso bakar. Mengapa ia memilih menjadi manusia silver?
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Namanya Dasril. Pria 31 tahun itu tampak berusaha menghibur pengunjung di depan Swalayan Mandiri Km 16 Toapaya Selatan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Ada yang terhibur dengan tubuhnya yang penuh cat silver, tapi tak sedikit juga yang menghiraukannya sambil berlalu pergi.
Ia berusaha sabar. Pikirnya rezeki tak akan tertukar, Sang Pencipta sudah menentukan takdir untuknya.
Menjadi seorang manusia silver baru satu bulan belakangan ini dilakoninya.
Mulai pukul 10.00 WIB, ia keluar dari rumahnya yang terletak di salah satu perumahan di Km 10 Ganet, Tanjungpinang hingga pukul 16.00 WIB.
Profesi awal Dasril semula berjualan bakso bakar. Sudah 3 tahun ia menekuni profesi tersebut.

Semula, hasil jualan bakso bakar masih bisa ia cukupkan untuk bertahan hidup, terutama untuk dua anaknya yang berumur 4 tahun dan 5 bulan.
Hingga pandemi Covid-19 pun datang. Pedagang kecil sepertinya mulai merasakan imbasnya.
Berkeliling seharian ke sejumlah perumahan dan permukiman penduduk, tak begitu membuahkan hasil.
Alternatif lain ketika masih normal dengan mangkal ke sekolah, ia urungkan sejak kebijakan belajar tatap muka ditiadakan.
Jadilah ia memutar otak agar dapur rumah tetap ngebul.
"Mau tak mau saya harus tetap bekerja dan menghasilkan uang. Belum lagi dengan posisi terpuruk saat ini," tutur pria asal Pekanbaru yang sudah 7 tahun merantau dan bertempat tinggal di Tanjungpinang ini kepada TribunBatam.id, Minggu (13/6/2021).
Sebelum pandemi, Dasril mengaku bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga Rp 350 ribu per hari.
Baca juga: Kisah Arya Si Manusia Silver di Karimun, Lumuri Cat ke Tubuh Berharap Iba dari Pengendara
Baca juga: Video Bocah Manusia Silver Beli Mie Instan Bagi Mama Viral, Pakai Uang Receh dari Hasil Ngamen
Kondisi omzetnya perlahan namun pasti anjlok. Sejak virus corona masuk tahun 2020 hingga 2021, penghasilan kotor yang didapatkannya hanya Rp 100 ribu per hari.
Dengan penghasilanya yang tidak seimbang dengan pengeluaran tersebut, sehingga dirinya harus beralih profesi sebagai Manusia Silver untuk bisa menyambung hidup bersama keluarga kecilnya.