CERITA UNIK
Kisah Bung Karno Lindungi Anak-anak saat Dilempari Granat Pasukan Kartosuwiryo
Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno nyaris kehilangan nyawa kala pemberontakan Darul Islam (DI)/Tentara Islam Indonesia (TII)
Menjelang tengah malam, para pelaku pelemparan granat dapat diringkus. Dalam waktu 24 jam petugas intelijen telah menangkap keempat teroris pelaku penyerangan.
“Aku memikirkan korban-korban tidak berdosa yang telah dikuburkan di dalam tanah. Aku memikirkan sembilan anak-anak dan seorang perempuan hamil yang kulihat sendiri tersungkur tidak bernyawa di kakiku,” kata Bung Karno.
Karena itulah Presiden Soekarno kemudian menandatangani berisi eksekusi hukuman mati terhadap Kartosuwiryo.
“Di tahun 1963 Kartosuwiryo ditembak mati di depan regu tembak. Itu bukan suatu tindakan untuk memenuhi kepuasan hati. Itu tindakan untuk menegakkan keadilan,” tambah Soekarno mengenai eksekusi hukuman mati terhadap tokoh DI/TII itu.
Pada 9 Maret 1960 percobaan pembunuhan kembali dialami Soekarno.
Ketika itu ia sedang berada di Istana dan karena beberapa alasan tidak duduk di tempat biasanya.
Sebuah pesawat udara yang terbang rendah menjatuhkan bom tepat di lokasi Bung Karno biasa duduk.
“Tuhan telah menggerakkan tangan-Nya untuk melindungiku,” ujar Bung Karno.
Teror tidak berhenti. Bertepatan dengan peringatan Idul Adha, 1962, ketika Bung Karno dan orang-orang lainnya sedang salat di lapangan rumput depan Istana Merdeka, tiba-tiba seorang muncul dan melepaskan tembakan bertubi-tubi. (febby mahendra)
*Dikutip dari buku ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’, karya Cindy Adams, Penerbit yayasan Bung Karno dan Penerbit Media Pressindo, Cetakan Keempat, 2014.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16-8-2020-presiden-pertama.jpg)