CERITA UNIK
Kisah Bung Karno Lindungi Anak-anak saat Dilempari Granat Pasukan Kartosuwiryo
Presiden Pertama Republik Indonesia Ir Soekarno nyaris kehilangan nyawa kala pemberontakan Darul Islam (DI)/Tentara Islam Indonesia (TII)
Secara refleks Bung Karno bergerak untuk melindungi anak-anak.
Ia merunduk untuk menyembunyikan anak-anak ketika seorang pengawal mendorong Bung Karno ke bawah belakang mobil.
“Aku menggunakannya sebagai perisai sampai sebuah granat yang dilemparkan dari jarak lima meter menembus mesin, menghancurkan kaca depan, merobek bagian dalam mobil menjadi serpihan dan meledakkan dua ban,” kata Bung Karno.
Granat keempat dilemparkan dari seberang jalan meremukkan sisi lain mobil. Anak-anak berteriak dan lari ketakutan masuk gedung sekolah.
Tamu-tamu bergulingan ke bawah mobil atau masuk ke selokan. Puluhan orang kena serpihan granat. Ratusan terbanting ke tanah.
“Kulihat kekuatan ledakan melemparkan seorang inspektur polisi ke sebuah tiang. Darah berserakan. Ajudanku Mayor Sudarto, menarik tanganku dan kami lari pontang panting menyeberangi jalan,” kenang Bung Karno.
Percobaan pembunuhan lainnya
Kisah unik lainnya tentang Presiden I RI Soekarno. Dalam kondisi gelap dan dilanda kepanikan, Bung Karno tidak dapat melihat jalan secara jelas. Tak pelak ia terjatuh ke tanah.
Sang ajudan mengangkat badan Soekarno, mendekap erat-erat dan membawanya ke sebuah rumah. Ledakan granat yang kelima mengenai kaki sang ajudan dan merobek paha perwira lain yang melindungi Bung Karno menggunakan tubuhnya.
Rumah yang dimasuki Bung Karno ternyata milik seorang Belanda.
Bung Karno memilih pindah ke rumah lain agar manakala meninggal akibat serangan itu tidak menghembuskan nafas terakhir di wilayah Belanda.
Dalam beberapa menit kemudian satuan polisi dan tentara sudah berada di lokasi kejadian. Menyusul kemudian sebuah ambulans. Rumah sakit darurat langsung didirikan di sekolah itu.
Sebanyak 48 anak-anak menderita luka parah, beberapa orang menderita cacat seumur hidup. Pada pukul 22.00 kendaraan cadangan membawa Presiden kembali ke Istana.
Satu jam kemudian Soekarno berada di depan corong radio untuk menenangkan rakyat dan meyakinkan mereka.
“Berkat berkat perlindungan Tuhan aku masih hidup dan tidak luka sedikitpun,” kata Bung Karno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16-8-2020-presiden-pertama.jpg)