Rabu, 13 Mei 2026

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Sembako Kena Pajak, Apa Efeknya Bagi Kepri?

News webilog Tribun Batam mengangkat tema Sembako Kena Pajak dan Efeknya Bagi Kepri, Sabtu (12/6). Menghadirkan Sri Langgeng Ratnasari sebagai narsum

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Sembako Kena Pajak, Apa Efeknya Bagi Kepri?/News webilog Tribun Batam menghadirkan Dr Hj Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M, Wakil Rektor IV Universitas Riau Kepulauan sebagai narasumber 

Sehingga kondisi keuangan negara, seluruh negara di dunia. Itu mengalami permasalahan dari penghasilan, biasa nya penerimaan rutin itu tidak lagi optimal karena terdampak adanya Pandemi.

Misalnya saja dari pajak barang mewah, pajak dari usaha swasta, itukan nyaris semuanya mengalami penurunan di samping itu juga pertumbuhan ekonomi bahkan mines.

Sedangkan Pemerintahan harus menanggung biaya pengeluaran yang sangat tinggi karena adanya Pandemi.

Misalkan, setiap masyarakat yang sakit, di awal-awal dulukan ditanggung pemerintah. Pemerintah harus mengcover vaksin dan juga biaya-biaya lainnya. Biasanya itu tidak ada menjadi ada. Dan mau tidak mau itu harus dipenuhi oleh pemerintah.

TB: Kira-kira apa saja dampak secara luas ketika sembako dikenakan pajak?

SLR: untuk dampak sembako sendiri kalau nanti dikenakan PPN, nanti harganya akan semakin mahal bisa jadi sulit untuk dikendalikan.

Inflasi akan tinggi, ketahanan pangan terancam, otomatis akan mempengaruhi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

Kalau masyarakat konsumsinya cukup tinggi dengan kenaikan harga maka konsumsinya tidak berkurang dan juga jumlah masyarakat miskin jumlahnya akan semakin tinggi. Karena mereka sudah dalam kondisi pandemi, untuk memperoleh pekerjaan saja susah sementara tambahan beban di situ semakin bertambah apabila sembako dikenakan PPN.

TB: Ada beberapa pakar ekonomi menyebutkan bahwa, dampaknya bisa terjadi misalnya angka kemiskinan meningkat karena daya beli masyarakat turun, biaya distribusi naik, pemulihan ekonomi di tengah pandemi tudak berjalan, banyak barang ilegal dan ketentuan pajak tidak valid karena pemerintah tidak punya data akurat tentang harga barang.

Apakah ibu setuju dengan dampak-dampak ini atau ada tambahan dari ibu sendiri?

SLR: Ya, saya sangat setuju, karena itu merupakan suatu realita. Dimana untuk penerapan PPN untuk sembako itu memberikan tambahan biaya. Saya juga memberikan sedikit tambahan, nanti akan terjadi peningkatan inflasi. Jadi harga-harga semua naik, yang sejalas sembako dari keseluruhan harga naik.

Kemudian perekonomian negara secara keseluruhan juga akan berpengaruh dengan Adanya inflasi, kemudian penambahan biaya, ketahanan pangan juga akan terancam.

Misalkan, sebelum PPN diterapkan seorang bisa membeli beras dengan harga Rp 15 ribu, nanti setelah PPN untuk satu kilogram nya akan bertambah lagi.

TB: Nah, setelah melihat segala potensi mulai dari letak geografis, keberagaman manusia, industri dan investasi dan lain-lain di Kepri sendiri, kira-kira apa saja dampak terbesar ketika pemerintah akhirnya benar-benar memungut pajak dari sembako?

SLR: Jadi kalau melihat geografis kita inikan tidak satu daratan ya, nanti dengan adanya penambahan PPN untuk sembako, itu juga akan membebani, menambah biaya-biaya yang lain, termasuk salah satunya distribusi tidak optimal lagi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved